Tersangka KH, 23, dan kotak makanan sebagai bungkus ganja 5 gram yang dihadirkan dalam jumpa pers Polresta Jogja, Senin (30/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Caption : Tersangka KH, 23, dan kotak makanan sebagai bungkus ganja 5 gram yang dihadirkan dalam jumpa pers Polresta Jogja, Senin (30/10/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 30 Oktober 2017 19:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Modus Baru Penyelundupan Ganja, Dibungkus Kotak Makanan & Dikirim Ojek Online

Belum sempat menikmati ganja yang ia pesan, KH, 24, diciduk setelah menerima paket ganja yang diantarkan pengemudi ojek online

 
 
Jatengpos.com, JOGJA– Belum sempat menikmati ganja yang ia pesan, KH, 24, diciduk setelah menerima paket ganja yang diantarkan pengemudi ojek online (ojol), Senin (23/10/2017) lalu.

Awalnya KH memesan barang haram itu memalui media sosial. Tidak mau bertatap muka dengan KH, pengedar yang masih diburu polisi itu memilih ojol sebagai perantara. Agar tidak mencuri perhatian, pengedar menyimpan ganja itu dalam kotak makan berwarna gelap.

Setelah mendapatkan barang pesanannya. KH yang baru mendapatkan barang pesanannya malah diciduk oleh aparat. Saat digeledah, aparat mendapatkan kotak makanan yang berisi ganja seberat 5 gram .

Kepala Satuan Resor Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polresta Jogja Komisioner Polisi (Kompol) Sugeng Riyadi membenarkan bahwa paket ganja itu diambil dari tersangka sesaat setelah diberikan dari pengemudi ojol. “Di tepi jalan sekitar Hartono Mall,” jelas Kompol Sugeng, Senin (30/10/2017).

Dari penangkapan tersangka aparat juga menyita Ganja seberat 5 gram dan satu buah telepon seluler. Sugeng menyatakan bahwa dari pemeriksaan lebih lanjut dari tersangka dan kedua barang tersebut, aparat mendapati bahwa narkoba itu dihargai sejumlah Rp250.000. “Transfer Rp250.000 kepada pengedar,” jelasnya.

Selain mengungkap tersangka KH dalam jumpa pers di ruang Satresnarkoba. Kompol Sugeng juga membeberkan tentang penangkapan AH, 22, terkait kepemilikan empat butir pil Riklona diluar izin dokter, Selasa (24/10/2017) lalu.

Berbeda dengan KH yang membeli melalui media sosial. Menurut penyelidikan aparat, AH mengaku mendapatkan obat penenang itu melalui kenalannya saat makan di angkringan.

Mahar sebesar Rp250.000, AH berikan pada kenalannya untuk menebus 10 butir pil rikolna. “Berstatus mahasiswa, ditangkap di kos sekitar UGM,” jelas Sugeng didepan wartawan.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply