Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) doidampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau jalan tol Semarang-Solo, wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/2/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Caption : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau jalan tol Semarang-Solo, wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (17/2/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Selasa, 31 Oktober 2017 22:00 WIB Dewi A. Zuhriyah/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017 Capai 5,17%

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 mencapai 5,17%.

Jatengpos.com, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih sejalan dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan secara keseluruhan sepanjang tahun pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,17% dengan proyeksi pertumbuhan di kuartal III/2017 dan IV/2017 masing-masing 5,2% dan 5,4%.

Sementara itu, Gubenur Bank Indonesia Agus Martowardojo menuturkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh menyusul adanya perbaikan ekonomi dunia yang diprediksi akan berada di angka 3,6% sepanjang 2017.

“Ini karena harga komoditi dunia juga ada perbaikan, peningkatan, Oktober kenaikan komoditas sekitar di angka 20%, jadi komoditas naik, untuk world trade volume diperkirakan 2,9%. Sementara itu, kami lihat ada optimisme karena ekonomi di Eropa dan China ada perbaikan,” kata Agus.

Kendati demikian, berbeda dengan Menteri Keuangan, Agus menilai pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 sebesar 5,15%. Bank sentral juga optimistis ekonomi Indonesia akan terus membaik selama inflasi dijaga dan neraca perdagangan sehat.

“Inflasi Oktober kami survei di 82 kota, pada pekan keempat inflasi oktober berdasarkan survei kami sebesar 0,09% sehingga yoy 3,67%,” katanya.

Adapun, Deputi Senior Gubenur BI Mirza Adityaswara menuturkan pertumbuhan ekspor impor dalam negeri akan kembali pulih seiring dengan perbaikan harga komoditas seperti minyak sawit (crude palm oil/ CPO), nikel serta beberapa komoditas andalan lainnya. Dengan potensi tersebut, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan akan berada pada kisaran 2%-2,3%.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply