Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas akibat unjuk rasa Forum Taksi Jawa Tengah di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Caption : Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas akibat unjuk rasa Forum Taksi Jawa Tengah di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Selasa, 31 Oktober 2017 20:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

TRANSPORTASI SOLO
Begini Skenario Aksi Demo Pengemudi Taksi dari Manahan sampai Balai Kota Besok

Transportasi Solo, seribuan pengemudi taksi akan mengikuti aksi demo dan memenuhi Jl. Slamet Riyadi, Rabu.

Jatengpos.com, SOLO — Seribuan pengemudi taksi lokal Soloraya bakal menggelar demo di Kota Solo pada Rabu (1/11/2017). Para pengemudi tersebut akan memarkir taksi mereka di badan Jl. Slamet Riyadi sebelum bersama-sama berjalan kaki menuju Balai Kota Solo untuk beraudiensi dengan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.

Ketua Barisan Anti Angkutan Ilegal (Bantai) Soloraya, Pramono, mengatakan demo akan diikuti kurang lebih 1.500 pengemudi taksi lokal. Para pengemudi tersebut merupakan mitra pengemudi dari enam perusahan taksi di Soloraya, yakni Kosti Solo, PT Gelora Taksi Solo, PT Mahkota Ratu Taksi Solo, Koperasi New Bengawan Sakti Solo, PT Sakura Sari Taksi Solo, dan PT Wahyu Taksi Sukoharjo.

Dia menyebut massa aksi akan memulai demo dengan berkumpul di lapangan parkir kompleks Stadion Manahan. Setelah konsolidasi internal, para pengemudi taksi lokal yang turut serta dalam demo lantas dikerahkan untuk menaiki kendaraan masing-masing. (Baca: Tak Jadi Senin, Taksi Lokal Mogok Massal pada Rabu)

Mereka kemudian digiring keluar dari kompleks Stadion Manahan menuju Balai Kota Solo. Massa aksi akan berjalan secara beriringian saat berjalan menuju Balai Kota Solo.

Dari kompleks Stadion Manahan, massa aksi akan berkendara menuju Balai Kota Solo dengan menempuh rute Jl. Adisucipto ke barat-perempatan Patung Wisnu Manahan-Pertigaan RS Panti Waluyo-Bundaran Gladak.

Pramono menuturkan para pengemudi taksi lokal yang mengikuti demo bakal mengambil posisi parkir di Jl. Slamet Riyadi ruas Patung Slamet Riyadi ke barat. Pengurus Bantai Soloraya keberatan jika Polresta Solo maupun Dishub mengarahkan massa aksi memarkir kendaraan di halaman Benteng Vastenburg.

Dia menilai lebih efektif masa aksi mengambil posisi pakir di Jl. Slamet Riyadi supaya bisa memperoleh perhatian masyarakat. Dia meminta pengertian dari Polresta dan Dishub agar merestui usulan tersebut.

“Demo akan diikuti sekitar 1.500 pengemudi taksi dari enam perusahan taksi di Soloraya. Jumlah masa aksi tersebut kemungkinan bisa bertambah mengingat kami masih menunggu konfirmasi dari teman-teman Boyolali taksi,” kata Pramono saat dimintai konfirmasi Solopos.com terkait pelaksanaan demo, Selasa (31/10/2017) siang.

Pramono menyampaikan pengemudi taksi lokal tidak akan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama mengikuti demo. Pengurus Bantai Soloraya juga meminta pengertian dari masyarakat. Dia menyebut para pegemudi taksi lokal akan kembali memberikan pelayanan setelah demo rampung.

Pramono menerangkan pengemudi taksi lokal di Soloraya menggelar demo di Balai Kota untuk meminta meminta Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengawal tuntutan mereka hingga didengar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pramono yang merupakan pengemudi Kosti tersebut menegaskan tuntutan pengemudi taksi lokal Soloraya yang tergabung dalam Bantai Soloraya, yakni meminta Gubernur Jateng mengusulkan kepada Dirjen Perhubunan Darat Kemenhub agar menetapkan 0% kuota taksi online pelat hitam di Soloyara.

Bantai Soloraya juga menuntut pemerintah menindak tegas siapa saja yang melanggar Permenhub No. PM 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Sementara itu, Ketua Koperasi Angkuta Trans Roda Sejati (TRS), Triyono, mengatakan para pengemudi angkuta juga akan mogok beroperasi saat para pengemudi taksi anggota Bantai Soloraya menggelar demo di Balai Kota Solo. Hal itu dilakukan sopir angkuta untuk menghormati dan mendukung perjuangan para pengemudi taksi lokal.

Namun, sopir angkuta tidak akan mogok beroperasi terlalu lama hingga pengemudi taksi selesai menggelar demo, yakni hanya mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB. Dia menyebut selama mogok beroperasi, sopir angkuta tidak akan mengikuti demo tapi pulang ke rumah masing-masing.

“Kami tidak mengerahkan massa untuk ikut demo. Hanya perwakilan dari kami, yakni dua orang atau tiga orang sopir angkuta yang akan ikut ke Balai Kota. Perwakilan itu pun tidak akan menggunakan angkuta. Yang terpenting kami datang untuk mendukung perjuangan teman-teman pengemudi taksi,” jelas Triyono.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply