Aktivitas liburan di Taman satwa Taru Jurug (JIBI/Solopos/Dok.) Caption : Aktivitas liburan di Taman satwa Taru Jurug (JIBI/Solopos/Dok.)
Sabtu, 28 Oktober 2017 10:00 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
TSTJ Jadi Tuan Rumah Peringatan HCPSN Jateng, Ini Rangkaian Acaranya

Wisata Solo, TSTJ didapuk menjadi tuan rumah peringatan HCPSN 2017.

Jatengpos.com, SOLO — Puncak acara peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2017 Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo pada Sabtu-Minggu (4-5/11/2017).

HCPSN diperingati setiap 5 November. Kebun binatang yang juga dikenal sebagai Solo Zoo tersebut mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pada kegiatan yang dicanangkan sejak 1993 tersebut.

Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta menumbuhkan dan mengingatkan pentingnya puspa dan satwa dalam kehudipan ini.

Peringatan HCPSN dimulai kali pertama pada 5 November 1993 sesuai Kepres No. 4/1993 yang ditandatangani oleh Presiden RI kala itu,
Soeharto.

Direktur Utama (Dirut) TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso,  mengatakan kegiatan itu sebenarnya diselenggarakan oleh Dinas
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng. Solo Zoo kemudian ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan karena lokasi itu menjadi area konservasi puspa dan satwa di Indonesia.

“Tema Peringatan HCPSN tahun ini adalah Mendekatkan Manusia dengan Alam dan Mendekatkan Alam dengan Manusia,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (26/10/2017).

Lelaki yang didaulat menjadi ketua panitia Peringatan HCPSN 2017 itu membeberkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bakal hadir di TSTJ pada 4 November. Sang menteri dijadwalkan mengikuti serangkaian acara yang dihelat seperti penanaman 100 pohon langka seperti pohon malaba, pohon solo dan pohon kantil.

Siti Nurbaya juga akan diajak membagikaan 10.000 bibit tanaman cabai secara simbolis kepada masyarakat Solo. Penyerahan simbolis SK izin penangkaran juga akan diberikan kepada para penangkar hewan-hewan yang dilindungi.

“Kan ada beberapa penangkar, mereka belum punya SK. Besok itu diserahkan. Misal di Klaten ada penangkar jalak bali,” kata dia.

Bagian paling krusial bagi kebun binatang milik Pemkot Solo itu adalah pencanangan revitalisasi TSTJ. Tahun ini, dana dari kementerian
terkait sudah mulai cair sebesar Rp150 juta. Dana itu digunakan untuk membangun kandang buaya senyulong.

Lebih lanjut, panitia akan mengadakan berbagai kegiatan pada 5 November seperti lomba selfie bersama satwa, lomba burung berkicau,
wayang kulit anak dan remaja bertema cinta puspa dan satwa hingga penampilan seni campursari. Dalam acara itu, panitia mengundang 1.000 anak-anak untuk melihat penampilan Ki Dalang Junaedi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja berkolaborasi dengan seniman Solo.

“Wayang yang dipakai sudah diteliti, ada HAKI, ada buku panduannya. Wayang bisa menjadi sarana belajar sekaligus melestarikan budaya
wayang. Kami ingin memupuk kecintaan masyarakat pada tumbuhan dan satwa,” papar dia.

Selain itu, panitia menyiapkan 30 stan pameran di pinggir jalan utama setelah pintu masuk pengunjung. Stan itu akan diisi DHLK provinsi, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), DLH Solo, Perhutani dan lainnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply