Koordinator Komunitas Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana terpaksa harus masuk kedalam sangkar tanaman asem dan gayam saat harus membersihkan sampah pada kegiatan Reresik Maliboro Selasa Wage di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (31/10/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Caption : Koordinator Komunitas Jogja Garuk Sampah, Bekti Maulana terpaksa harus masuk kedalam sangkar tanaman asem dan gayam saat harus membersihkan sampah pada kegiatan Reresik Maliboro Selasa Wage di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (31/10/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 1 November 2017 01:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Selasa Wage, Bersih-Bersih Malioboro Mulai Libatkan Pelajar

Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Jalan Malioboro libur berdagang, Selasa (31/10/2017)

 

Jatengpos.com, JOGJA — Kembali, Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang Jalan Malioboro libur berdagang, Selasa (31/10/2017). Hanya saja acara yang bertajuk Selasa Wage yang bertujuan menata kembali Jalan Malioboro kali ini melibatkan 1000 pelajar.

Sehabis ikut membersihkan Jalan Malioboro bersama PKL, pelajar yang berasal dari SMA N 1 Yogyakarta Muhammad Ridho Fitrianto mengakui akan menjadi pribadi yang menghargai lingkungan.

Pasalnya ia mengerti bagaimana kesalnya membersihkan tempat karena ulah orang lain, seperti wisatawan yang datang ke Malioboro. “Saya menjadi menghargai untuk menjaga lingkungan, khususnya Jalan Malioboro,” jelasnya.

Ridho yang masih menginjak kelas 11 SMA itu menilai masyarakat yang membuang sampah sembarangan tidak memiliki hati. Bahkan menurutnya orang yang melakukan itu tidak pernah mengerti bagaimana capeknya untuk membersihkan sampah orang lain itu.

“Lebih baik sedikit berusaha membuang sampah ditempatnya, membersihkan yang kotor itu lebih capai,” katanya di latar Dinas Pariwisata DIY.

Bukan sekedar mengatakan agar wisatawan dan pedagang untuk membuang sampah pada tempatnya, ia juga berharap bahwa SMA lain bisa bergantian mengikuti acara Selasa Wage. “Seluruh siswa dan guru, 1.000 orang, Kalau SMA lain bergilir sangat baik,” ucap Ridho yang dengan kaus polo bewarna ungu.

Selain diisi dengan kegiatan bersih – bersih Malioboro, Selasa Wage kali ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis di depan Kantor Kepatihan. Selain adanya fasilitas tersebut, menurut Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yunianto Dwisutono perbedaan kali ini adalah fokus bersih akibat vandalisme yang terjadi.

“Nantinya Selasa Wage akan ada pentas seni dilangsungkan, untuk memanfaatkan kekosongan,” jelasnya pria yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja.

“Mengusung sub tema adalah warna warni dimana mengecat dinding yang menjadi korban vandalisme. Kedepan kami evaluasi apakah mengulangi tema yang sama atau tema baru,” jelas Yunianto.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan bahwa dengan hadirnya PKL, warga Kota Jogja, dan Pelajar SMA N 1 Yogyakarta untuk melakukan pengecatan dan menjaga kebersihan itu menunjukan bahwa antusiasme masyarakat telah meningkat.

“Ini menyimbolkan kebersamaan, karena Malioboro ini etalase Jogja dimana semua orang berkunjung disini,” ucap Haryadi.

Bahkan Haryadi menilai bahwa meningkatnya antusiasme dalam Seloso Wage ini membuktikan acara ini tidak lagi sekedar program pemerintah. “Bagaimana warga dan pemerintah yang berkompromi untuk satu hari, dimana selama 35 hari sekali untuk ditata,” jelas Haryadi.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply