Pemandangan laut selatan di lihat dari balik bukit di sebelah barat Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Sejumlah titik di Desa Kanigoro yang berdekatan dengan laut diketahui telah dimiliki oleh investor untuk dibangun resort dan hotel. Foto diambil Kamis (2/3/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Caption : Pemandangan laut selatan di lihat dari balik bukit di sebelah barat Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Sejumlah titik di Desa Kanigoro yang berdekatan dengan laut diketahui telah dimiliki oleh investor untuk dibangun resort dan hotel. Foto diambil Kamis (2/3/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 31 Januari 2018 23:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

17.000 Ha Lahan di Gunungkidul dalam Kondisi Kritis

Permasalahan lahan kritis di kawasan hutan masih terbilang cukup besar

Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL–Permasalahan lahan kritis di kawasan hutan masih terbilang cukup besar. Perbaikan lahan kritis juga masih menemui kendala untuk perbaikannya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Sutarto mengatakan saat ini lahan kritis masih cukup besar. “Masih sekitar 17.000 hektare. Terutama di lokasi bagian selatan dekat-dekat dengan pantai, dan berbatu. Itu spot kecil-kecil kita inventarisir sekitar itu luas lahan kritis,” ujarnya.

Dai mengatakan perlu perjuangan agar kawasan tersebut tidak kritis. Namun Sutarto mengatakan untuk kawasan yang aksesnya masih mudah atau tidak berbatu, saat ini sudah cenderung teratasi.

Dia menilai kerusakan akibat lahan kritis terjadi karena dua hal yang pertama pengaruh alam, seperti tanah longsor, pohom tumbang dan lain sebagainya. Di sisi lain tindakan manusia sedikit banyak juga mendorong kerusakan itu.

“Aktivitas manusia pemangkasan pohon, pencurian, penambangan yang tidak berijin sehingga secara tidak langsung pastinya sering dibarengi pemangkasan pohon, dan lain sebaginya cukup berpengaruh terciptanya lahan kritis,” ujarnya.

Menurutnya siapapun yang telah merusak ataupun melanggar hukum harus diproses hukum. Penegakan hukum itu dilakukan agar memberi efek jera, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, konservasi sudah dilakukan menurutnya dalam upaya menekan angka lahan kritis tersebut, sehingga tidak bertambah nantinya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply