Penyerahan simbolik bantuan dari Perum Jasa Tirta I ke Karanganyar, Selasa (30/1/2018). (Istimewa/http://jasatirta1.co.id) Caption : Penyerahan simbolik bantuan dari Perum Jasa Tirta I ke Karanganyar, Selasa (30/1/2018). (Istimewa/http://jasatirta1.co.id)
Rabu, 31 Januari 2018 13:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

MITIGASI BENCANA
Jasa Tirta I Serahkan Bantuan Alat, Sarpras, dan Bibit Buah ke Karanganyar

Perum Jasa Tirta I menyerahkan sejumlah bantuan untuk mengurangi risiko bencana alam di Karanganyar.

Jatengpos.com, KARANGANYAR—Perum Jasa Tirta I menyerahkan sejumlah bantuan untuk mengurangi risiko bencana alam di Kabupaten Karanganyar.

Bantuan yang diserahkan kepada masyarakat, antara lain bibit buah-buahan, sarana dan prasarana MCK, sumur dalam, instalasi air bersih, tiga unit alat early warning system (EWS), dan sarana dan prasarana pendidikan seperti biopori, hidroponik, dan sumur resapan.

Perum Jasa Tirta I mengklaim kegiatan itu bagian dari mitigasi bencana. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor dengan metode pemberdayaan masyarakat. (baca: Soal Penutupan Dam Colo Sukoharjo, Ini Penjelasan Perum Jasa Tirta)

Selain itu untuk menciptakan masyarakat mandiri, peduli terhadap kelestarian, dan fungsi sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Karanganyar.

Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air 3/2 Perum Jasa Tirta I, Achmad Syuhairus Syam, menyampaikan Perum Jasa Tirta konsentrasi menggarap pencegahan banjir. Beberapa waktu lalu, mereka melakukan mitigasi bencana banjir di Tawangmangu dan Matesih. Salah satu pertimbangan adalah hulu aliran Sungai Samin berada di Matesih dan Tawangmangu.

“Sumber bencana banjir dua tahun belakangan Kali Dengkeng di Klaten. Nah satu tahun terakhir ini Kali Samin. Hulunya di Matesih dan Tawangmangu. Itu yg kami garap. Sementara prioritas dua kecamatan itu. Upaya mengubah pola pikir bahwa banjir itu karena pintu Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri dibuka. Padahal bukan, itu dari Kali Samin,” paparnya, saat ditemui wartawan seusai kegiatan, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, program mitigasi bencana banjir mengarah pada upaya mencegah banjir melanda di Kabupaten Karanganyar dan Sragen. Dua kabupaten itu dilalui Kali Mungkung dan Grompol. Oleh karena itu, mereka menyalurkan sejumlah bantuan ke Karanganyar.

“Hulunya ada di Karanganyar makanya garap di Karanganyar. Tahun ini menyalurkan Rp135 juta. Nanti berkelanjutan. Ke depan kami upaya pembelajaran mitigasi banjir untuk pelajar,” tutur dia.

Ketua RT 007, Dusun Daleman, Desa Ngringo, Jaten, Budi Hadi Sutanto, menyampaikan petugas sudah memasang EWS di atap masjid di tepi bantaran Sungai Bengawan Solo. Warga dusun itu sudah mendapatkan sosialisasi perihal peringatan dini EWS.

“Kalau sirine biru berbunyi, kami harus siap-siap mengungsi. Kalau kuning, itu sudah separo kampung terendam. Kalau merah sudah sangat gawat. EWS dipasang di atap masjid supaya tidak gampang terbenam luapan air. Kami lebih tenang,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengingatkan warga perihal budaya menanam bibit pohon saat musim penghujan.

“Cara sedekah kepada alam itu dengan menanam pohon. Minta tolong bersama-sama tidak boleh berhenti peduli pada lingkungan. Kali resik dadi duit. Orang-rang kota itu suka datang ke desa karena menikmati alam. Jadi sumber pendapatan desa,” jelasnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply