Suasana pernikahan di hutan bambu Pasar Papringan, Temanggung (Facebook) Caption : Suasana pernikahan di hutan bambu Pasar Papringan, Temanggung. (Istimewa/Facebook)
Rabu, 31 Januari 2018 15:13 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

PERNIKAHAN UNIK
Pelaminan di Hutan Bambu dengan Dekorasi Serba Tradisional

Pernikahan dengan konsep outdoor di kebun bambu sedang ramai dibicarakan warganet.

Jatengpos.com, TEMANGGUNG – Sebuah pernikahan dengan konsep tak biasa sedang ramai dibicarakan di media sosial (medsos). Kalau kebanyakan pernikahan outdoor dilakukan di taman atau pinggir pantai, beredar foto pernikahan outdoor dilaksanakan di hutan bambu.

Foto-foto mengenai pernikahan unik di hutan bambu itu diunggah oleh pengguna akun Facebook Siti Nurkhasanah, Senin (29/1/2018). “Pernikahan terunik, lain daripada yang lain. Lokasi Pasar Papringan Temanggung, Jawa Tengah,” tulis Siti Nurkhasanah.

Dalam foto-foto yang diunggah Siti Nurkhasanah tampak pengantin melaksanakan ijab kabul di sebuah tempat mirip hutan bambu. Tenda tempat ijab kabul terbuat dari bambu yang dihiasi kain putih dan bunga-bunga. Tampak tamu undangan duduk rapi di sebuah kursi bambu yang juga dihias bunga-bunga.

Lebih unik lagi tampak hidangan untuk tamu undangan merupakan masakan tradisional jepang yang ditempatkan di besek dan daun pisang. Ada juga buah-buah untuk yang ditempatkan di besek, tampah, dan tempat penampungan lain yang semuanya dibuat dari bambu.

Selain sebagai tempat pernikahan, Pasar Papringan yang berlokasi di Dusun Banaran Kelingan, Desa Caroban, Kecamatan Kandangan, Temanggung itu adalah pasar musiman. Dalam informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Rabu (31/1/2018), pasar tersebut buka setiap Minggu Wage.

Pasar tersebut menjual berbagai makanan tradisional dan produk-produk kerajinan dari bambu. Untuk makanan para penjual sepakat tidak memakai penyedap makanan monosodioum glutamate (MSG). Pengelola pasar juga memberlakukan cara pembayaran memakai koin pring atau koin bambu. Pengunjung pasar harus menuka uang dengan koin bambu sebagai alat pembayaran. Koin tersebut nantinya akan ditukar para pedagang dengan uang.

Foto pernikahan yang dilakukan di Pasar Papringan itu sontak viral, saat dipantau Solopos.com. Rabu siang foto-foto tersebut sudah dibagikan ulang lebih dari 28.000 kali, warganet pun meninggalkan komentar kagum dan bisa menjadikan konsep tersebut sebagai inspirasi.

“Bagu sekali, unik, dan menyenangkan. Jadi tidak bosan kalau ke acara pernikahan seperti ini,” tulis Eka Rahmawati.

“Unik, tapi itu mau makan buahnya gimana kok utuh semua? Kalau mendadak hujan gimana?” tulis Fitma Sari.

“Mantap ini, suasana sejuk,” tulis Neha Anseonja Rusady.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply