Pemain PSIS Semarang (kiri) berduel dengan pemain Bhayangkara FC (kanan) pada laga perdana Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jatim, Sabtu (20/1/2018). (Instagram-@psisfcofficial) Caption : Pemain PSIS Semarang (kiri) berduel dengan pemain Bhayangkara FC (kanan) pada laga perdana Grup E Piala Presiden 2018 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jatim, Sabtu (20/1/2018). (Instagram-@psisfcofficial)
Rabu, 31 Januari 2018 13:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Subangkit Beberkan Kunci Kemenangan PSIS atas Persela

Piala Presiden 2018 berakhir manis bagi PSIS Semarang setelah menundukkan Persela Lamongan 1-0.

Jatengpos.com, SEMARANG – PSIS Semarang menutup petualangannya pada Piala Presiden 2018 dengah hasil positif. Skuat besutan Subangkit itu mampu menundukkan Persela Lamongan 1-0 pada lag terakhir Grup E Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (30/2/2018) sore.

Gol kemenangan PSIS Semarang dilesakkan eks penyerang Persis Solo, Bayu Nugroho, pada menit ke-55. Bayu mencetak gol setelah berhasil meloloskan diri dari kawalan pemain belakang Persela.

[Baca juga Kalahkan Persela Lamongan, PSIS Semarang Tetap Tak Lolos]

Kemenangan itu memang tidak membuat PSIS Semarang lolos ke fase berikutnya pada Piala Presiden 2018. PSIS Semarang tetap harus angkat kaki dari persaingan turnamen pramusim Liga 1 paling bergengsi di Tanah Air itu setelah hanya mampu menempati urutan ketiga dalam klasemen Grup E dengan nilai tiga.

Kendati demikian, hasil apik atas Persela itu cukup membuat Subangkit puas. Allenator berusia 58 tahun itu menilai para pemainnya sudah bermain dengan daya tempur yang tinggi hingga mampu meraih poin penuh di laga terakhir.

“Setidaknya kami mengakhiri turnamen ini tidak sebagai juru kunci,” ujar Subangkit kepada Semarangpos.com seusai laga.

Subangkit membeberkan kunci kemenangan timnya atas Persela. Ia mengatakan pressure (tekanan) tinggi yang diterapkan Haudi Abdillah dkk. merupakan kunci kesuksesan tim. Dengan pressure dari para pemain PSIS Semarang, Laskar Joko Tingkir, julukan Persela pun menjadi tak berkutik. Para pemain Persela seperti mudah kehilangan bola.

“Setelah water break babak pertama saya instruksikan anak-anak untuk lebih banyak menekan. Kalau mau menang ya harus pressure tinggi. Ternyata itu berjalan dengan baik,” beber Subangkit.

Kendati demikian, Subangkit menilai PSIS Semarang seharusnya bisa menang dengan selisih lebih dari satu gol. Hal itu menyusul banyaknya peluang Mahesa Jenar, julukan PSIS Semarang, yang banyak terbuang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply