Bupati Bantul Suharsono saat meresmikan salah satu fasilitas terbaru RSUD Panembahan Senopati, Rabu (29/3). (Harian Jogja/Arief Junianto) Caption : Bupati Bantul Suharsono saat meresmikan salah satu fasilitas terbaru RSUD Panembahan Senopati, Rabu (29/3/2017). (Harian Jogja/Arief Junianto)
Rabu, 31 Januari 2018 21:20 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Proses Rujukan Pasien di Bantul Sering Bermasalah, Pemkab Gagas Integrasi Data

Proses rujukan pasien dari puskesmas ke Rumah Sakit di Bantul sering mengalami kendala komunikasi

Jatengpos.com, BANTUL – Proses rujukan pasien dari puskesmas ke Rumah Sakit di Bantul sering mengalami kendala komunikasi. Akibatnya pasien rujukan sering terombang-ambing. Selain itu, pasien yang seharusnya tidak dirujuk ke rumah sakit sering membuat kamar rumah sakit penuh.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Bantul mengembangkan aplikasi pengintegrasian data pasien antara puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati sebagai Pilot Project yang ditarget selesai tahun ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan Kominfo sudah berdiskusi dengan tenaga medis di puskesmas dan di Rumah Sakit yang ada di Bantul. Masalah yang paling sering dialami adalah ketika puskesmas merujuk pasien ke suatu rumah sakit, pasien mengeluh tidak mendapatkan kamar di Rumah Sakit karena semua kamar sudah penuh.

“Harapannya dengan adanya aplikasi ini, bisa menjembatani data antara puskesmas dan rumah sakit terkait data-data pasien rujukan, jadi sekali entry, sudah terintegrasi di semua aplikasi yang sudah ada,” kata Nugroho, Selasa (30/01/2018).

Nantinya, aplikasi ini selain mengintegrasikan data pasien rujukan, ketersediaan kamar, penyakit pasien, dan data-data di aplikasi kesehatan yang sudah ada sebelumnya seperti IHIS dan E-Health. Rencananya, pengintegrasian data BPJS Kesehatan dan PMI Bantul mengenai ketersediaan darah juga akan dicanangkan.

Selain permasalahan rujukan, Nugroho menambahkan, permasalahan keputusan perujukan juga sering terjadi. Misalnya, pihak puskesmas merujuk pasien ke suatu rumah sakit.

Setelah diperiksa di rumah sakit, ternyata pasien tersebut tidak perlu dirujuk ke rumah sakit dan masih bisa ditangani di puskesmas. Kondisi tersebut sering membuat kamar rumah sakit penuh dan seringkali pasien yang benar-benar butuh dirujuk tidak mendapat kamar.

“Untuk mengatasi masalah itu, di aplikasi nanti akan disediakan ruang chatting antar pihak rumah sakit dan puskesmas, kalau memang tidak butuh rujukan, pihak rumah sakit akan fast respon kasih rekomendasi penanganan pasien ke puskesmas,” kata Nugroho.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menuju Bantul sebagai Smart City. Harapannya tahun ini pengintegrasian yang masih pilot project itu akan berhasil di akhir tahun 2018.

“Saya ingin tidak hanya kesehatan saja yang seperti ini, tapi pendidikan juga. Biar masyarakat Bantul pintar dan sehat,” kata Suharsono.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply