Sejumlah penguna jalan harus berhati-hati saat melewati jalan Goa Kiskendo masih Ambles sedalam 30 cm lebih, Senin (12/2/2018). (Beny Prasetya/Harian Jogja) Caption : Sejumlah penguna jalan harus berhati-hati saat melewati jalan Goa Kiskendo masih Ambles sedalam 30 cm lebih, Senin (12/2/2018). (Beny Prasetya/Harian Jogja)
Rabu, 14 Februari 2018 23:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Awas, Ada Tanah Amblas di Tengah Jalan ke Gua Kiskendo

Pengguna jalan mengeluhkan jalan depan Gua Kiskendo yang tak kunjung diperbaiki

Jatengpos.com, KULONPROGO— Pengguna jalan mengeluhkan jalan depan Gua Kiskendo yang tak kunjung diperbaiki. Pasalnya sejak akhir 2017 jalan yang ambles hampir 30cm itu menganggu aktivitas warga.

Marsudi warga Jatimulyo Girimulyo mengungkapkan, jalan milik Kabupaten yang biasanya ia gunakan untuk akses menuju Jogja itu tak kunjung diperbaiki. Hal itu membuat dirinya khawatir saat melewati jalan yang juga sebagai jalan alternatif Purworejo Jogja itu.

“Tinggi [Amblesnya], membahayakan ya mas,” ucapnya kepada Jatengpos.com, Selasa (13/2/2018).

Selain jalan rusak, dirinya juga mengeluhkan akibat tiadanya lampu penerang di jalan selebar sekitar lima meter itu. Menurut Marsudi kondisi itu akan membahayakan pengguna jalan bila tidak menyaksikan jalan dengan baik-baik.

“Kan ini jalan yang digunakan ke Jawa Tengah, kalau asal lihat GPS tidak lihat jalan bisa kecelakaan,” katanya.

Menurutnya berulang kali amblesnya jalan itu diakibatkan aliran sungai bawah tanah yang terdapat di bawah jalan itu. Menurutnya aliran sungai bawah tanah itu akhirnya berujung pada Gua Sumitro.

“Menuju Gua Sumitro itu, harusnya jangan tambal sulam, baiknya di buat jembatan saja. Walaupun lucu,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Junaedi ,warga Wadaslintang, Wonosobo. Saat berangkat dari Purworejo menuju Jogja, dirinya terkaget saat mobilnya mendadak menukik saat melewati jalan yang berada di Pedukuhan Sibolong, Desa Jatimulyo, Girimulyo itu.

“Saya terkaget tadi mas, lagi mengobrol, terus tiba tiba nukik,” jelasnya.

Saat berbalik ke arah Purworejo, Junaedi sudah bersiap dengan kondisi jalan yang ambles itu. Menurutnya pemerintah terkait harus segera memperbaiki karena jalan ini adalah jalan lintas provinsi dan menuju beberapa tempat wisata.

“Kalau tempat wisata [disini] banyak kan? baiknya segera diperbaiki, karena ini juga menjadi alasan wisatawan untuk datang enggak,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Aji Pangaribawa menjelaskan, alih guna anggaran itu berdasarkan evaluasi postur APBD 2018 yang disetujui oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dana tersebut dialihkan untuk pembangunan sekolah yang rusak akibat bencana tanah longsor. Sedangkan DPU PKP yang sebelumnya akan melakukan pemeliharaan berkala jalan kabupaten ruas Dudukan-Ngentakrejo (Rp3,4 miliar), pemeliharaan jalan ruas Sentolo-Ngelo (Rp610 juta) dan peningkatan jalan kabupaten ruas Jln. Perwakilan (Rp3 miliar) harus rela dibatalkan.

Karena, sebanyak Rp7,1 miliar harus digunakan untuk memperbaiki jalan ambles di jalur Gua Kiskendo-Jonggrangan yang mengalami rekahan cukup besar dan dalam, tepat di depan kawasan objek wisata Gua Kiskendo.

“Anggaran dialihkan untuk penanganan infrastruktur jalan dan sekolah yang rusak, akibat bencana alam longsor dan banjir akhir 2017 lalu. Diharapkan mempercepat pemulihan infrastruktur,” kata dia, Jumat (5/1/2018).

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply