Damar Tri Afrianto (foto: istimewa) Caption : Damar Tri Afrianto (Istimewa)
Kamis, 1 Februari 2018 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Membaca Kebudayaan Melalui Komunitas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (19/01/2018). Esai ini karya Damar Tri Afrianto, pengajar di Institut Seni dan Budaya Sulawesi Selatan dan pengurus Komunitas Seni dan Budaya Bandul Nusantara di Karanganyar, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah damar.tri.a@gmail.com

Jatengpos.com, SOLO–Sejak berakhirnya Orde Baru terdapat pergeseran fokus yang pada mulanya ke arah identitas regional kini menuju ke ruang-ruang lokal dan kedaerahan. Tiap-tiap daerah merayakan keberagaman yang kait-mengait menjadi identitas.

Demokratisasi tatanan politik dan desentralisasi administrasi pemerintah dengan sistem otonomi daerah menyebabkan tidak ada kekuasaan mutlak negara yang mengatur nilai-nilai ideologis dan identitas-indentitas.

Implikasinya tiap-tiap masyarakat dapat merayakan nasionalisme secara tidak harus tersentralisasasi dan dapat melalui kekayaan daerah masing-masing. Inilah kiranya yang mendorong tumbuhnya berbagai komunitas dalam merayakan identitas.

Komunitas-komunitas ini hadir di tengah masyakakat sebagai bentuk kebebasan dalam menarasikan ideologi. Motivasi terbentuknya komunitas sangatlah berbeda, berkaitan dengan visi dan misi ideologis yang ingin dicapai.

Dalam One Place After Another, studi mengenai site-specifict art, Kwon menekankan bahwa komunitas bisa menggambarkan kelompok-kelompok yang mumpunyai beraneka sisi. Di satu sisi, istilah ”komunitas” diasosiasikan dengan kelompok sosial yang secara sistematis telah diasingkan dari proses politik dan kebudayaan yang memengaruhi.

Selanjutnya adalah: Komunitas digunakan untuk menamai kelompok

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply