Kondisi sumur pompa bertenaga kincir angin di persawahan Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, Rabu (28/2/2018). (Aries Susanto/JIBI/Solopos) Caption : Kondisi sumur pompa bertenaga kincir angin di persawahan Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, Rabu (28/2/2018). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 28 Februari 2018 19:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PERTANIAN BOYOLALI
Belum Sempat Diresmikan, Baling-Baling Sumur Kincir Angin Bantuan PT Angkasa Pura I Rusak

Sumur bertenaga kincir angin bantuan dari PT Angkasa Pura I di Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, rusak diterjang angin.

Jatengpos.com, BOYOLALI — Sumur bertenaga kincir angin di Desa Dibal, Ngemplak, Boyolali, rusak berat di bagian baling-balingnya. Padahal, sumur ramah lingkungan itu bakal diresmikan dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, Rabu (28/2/2018), kerusakan cukup parah terjadi di bagian baling-balingnya. Nyaris semua baling-baling sumur bertenaga angin itu melengkung dan penyok.

Tiang penyangga bendera merah putih pun melengkung. Akibatnya, pompa sumur tak bisa berputar karena baling-baling sebagai penggerak utamanya ringsek. Untungnya, besi tower penyangga baling-baling masih tegak berdiri.

Kepala Desa Dibal, Budi Setyono, mengonfirmasi kejadian itu. Ia menuturkan baling-baling sumur itu rusak beberapa hari lalu. Pemicunya terjangan angin yang cukup kuat di area tengah sawah kawasan Bandara Adi Soemarmo itu.

“Beberapa hari lalu, angin berembus kencang. Saking kencangnya, baling-baling sampai muntir semua dan ringsek,” jelas Budi.

Budi mengaku telah melaporkan insiden itu kepada pelaksana proyek dari Jawa Timur. Karena masih dalam masa pemeliharaan, semua kerusakan baling-baling dan konstruksinya masih menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.

“Itu masih jadi tanggung jawab pembuat sumur. Jadi, nanti akan diganti total,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, pelaksana proyek akan mengubah semua konstruksi sumur baling-baling dan bahan-bahannya. Perubahan kontruksi dan bahan dilakukan mengingat karakter angin di Desa Dibal cukup kuat dan memerlukan perlakuan khusus.

“Bahan dan konstruksi akan diganti semua menggunakan bahan yang lebih kuat,” tambahnya.

Seperti diketahui, sumur pompa pertanian bertenaga angin itu menjadi satu-satunya contoh alat penunjang pertanian bebas bahan bakar minyak (BBM). Beberapa waktu lalu, sumur tersebut sudah menjalani tes dan berhasil menyedot 60 liter air/menit.

Ide serta biaya pembuatan sumur ramah lingkungan itu sepenuhnya dari PT Angkasa Pura. Program percontohan itu menelan anggaran sekitar Rp107 juta dan akan dikembangkan desa sebagai wisata edukasi. Sayang belum sempat diresmikan, baling-baling sumur itu sudah ringsek disapu angin kencang.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply