Caption : Rumah Tara Asih Wijayani di Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (28/2/2018). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 28 Februari 2018 17:31 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Warga Sleman Ditangkap Polda Jabar karena Kasus Hoax, Ini Kata Tetangga

Tara Asih Wijayani, 40, warga Kabupaten Sleman ditangkap Polda Jawa Barat lantaran menyebarkan berita bohong

 

Jatengpos.com, SLEMAN– Tara Asih Wijayani, 40, warga Kabupaten Sleman ditangkap Polda Jawa Barat lantaran menyebarkan berita bohong. Perempuan yang diduga merupakan anggota kelompok Muslim Cyber Army (MCA) itu dikenal tertutup oleh masyarakat.

Baca juga : TAW Akan Segera Diberhentikan Jika Terbukti Bersalah

Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 10.30 WIB matahari sedang terik-teriknya di sekitar Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Melewati sebuah gang kecil yang berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Kalasan, rasanya begitu gerah dan membuat mata lelah diterpa sinar matahari.

Namun ketika masuk gang sekira 300 meter dari jalan utama Jogja-Solo, seorang pemilik rumah putih kusam yang berada di pinggir gang sempit wilayah RT 02/RW 04 seolah tak peduli dengan terik matahari. Lampu teras rumah yang tak jauh dari Kantor Kecamatan Kalasan itu dibiarkan menyala di tengah terpaan sinar matahari.

Di tengah lampu yang masih menyala, teras itu hanya ada sebuah sepeda motor dan dua ekor kucing yang berguling di lantai semen yang penuh debu. Tidak ada tanda-tanda aktivitas orang di dalam rumah itu. Dan jikalau pun ada aktivitas orang, penglihatan di dalam rumah pun tak tertembus oleh pandangan mata. Pintu tertutup rapat dan empat buah jendela juga tertutup rapat oleh gorden. Tak ada tanda-tanda aktivitas orang di rumah milik.

Menurut salah seorang warga Surono, 50, rumah itu merupakan milik Tara Asri Wijayanti. Seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak yang dikenalnya sangat tertutup. Dia yang sehari-hari menjaga rumah tepat di depan rumah Tara nyaris jarang melihat aktifitas di rumah tersebut. Sesekali melihat Tara dan anaknya keluar masuk rumah, itupun tanpa tegur sapa terucap.

Kadang dia melihat tara berangkat pagi dan pulang sekitar pukul 18.00 WIB. “Saya melihat terakhir itu dia [Tara] sama anaknya keluar sekitar empat hari yang lalu. Setelah itu belum pernah lihat lagi,” kata dia, Rabu (28/2/2018).

Selain dikenalnya tertutup, Tara juga sangat jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Bahkan menurut Surono, ketika tetangga dekatnya meninggal pun Tara tidak ikut layat atupun sekedar menengok.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply