Taman Pelangi Jurug Solo saat malam tahun baru 2018 (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Caption : Taman Pelangi Jurug Solo saat malam tahun baru 2018 (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Februari 2018 06:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Taman Pelangi Sukses, Kontrak Kerja Sama Diperpanjang Jadi 20 Tahun

Perumda TSTJ Solo tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang kontrak PT Cikal Bintang Bangsa yang sukses dengan wahana taman pelangi.

Jatengpos.com, SOLO — Kontrak kerja sama PT Cikal Bintang Bangsa selaku pengelola Taman Pelangi Jurug akan diperpanjang dari empat tahun menjadi 20 tahun. Perpanjangan masa kontrak tersebut mempertimbangkan kesuksesan taman lampion dan air mancur menari (dancing fountain) di Taman Pelangi Jurug.

Perpanjangan kerja sama kini tengah dikaji Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dengan PT Cikal Bintang Bangsa. “Sekarang tahapannya baru didiskusikan dan dikaji,” kata Kepala Dewan Pengawas TSTJ sekaligus Asisten Administrasi Setda Pemkot Solo Eny Tyasni Suzana ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2018).

Beberapa hal menjadi pertimbangan perpanjangan kontrak kerja sama tersebut, di antaranya nilai investasi, serta potensi keuntungan. Perpanjangan masa investasi ini pun merupakan hal wajar jika mempertimbangkan potensi sebagian kawasan TSTJ di tangan investor.

Eny mengatakan tidak mungkin jika nilai investasi besar jangka waktu kerja samanya pendek, hanya empat tahun. Apalagi sejak beroperasinya Taman Pelangi 22 Desember lalu, kehadiran Taman Pelangi mampu mendongkrak jumlah pengunjung ke kebun binatang tersebut. “Prinsiapnya selama sama-sama menguntungkan kenapa tidak diperpanjang,” katanya.

Sejak akhir 2017, PT Cikal Bintang Bangsa telah mengelola Taman Pelangi di area komersial TSTJ. Perusahaan itu menanam modal sekitar Rp 15 miliar untuk pengembangan TSTJ tahap pertama dan rencananya berinvestasi dengan nilai yang sama dalam pengembangan tahap kedua.

Baca:

Bikin Penasaran, Taman Pelangi Jurug Sudah Dikunjungi 53.626 Orang

Taman Pelangi Jurug Dibuka, Ini Harga Tiketnya

Berdasarkan catatan pengelola TSTJ, pengunjung TSTJ telah mencapai 60.000 orang sejak Taman Pelangi beroperasi selama sebulan terakhir. “Pada hari biasa jumlah pengunjung bisa 700-an orang. Saat weekend atau hari libur jumlahnya naik dua kali lipat,” kata Direktur PT Cikal Bintang Bangsa, Agung Riyadi.

Sejumlah inovasi telah disiapkan PT Cikal Bintang Bangsa. Salah satunya proyek pembangunan monorail yang mulai dikerjakan pada April. Monorail tersebut akan melengkapi sejumlah wahana yang sudah ada seperti bombom car, kereta mini, komedi putar, dan lainnya.

Monorail akan dibangun mengelilingi danau di TSTJ. Dengan begitu, pengunjung pun dapat melihat setiap sudut taman satwa. Ada delapan gondola dipersiapkan. Satu gondola bisa digunakan untuk empat orang, dua orang dewasa dua anak-anak. “Monorail nanti akan melintas keliling danau,” jelas Agung.

Proses pembangunan monorail diperkirakan memakan waktu dua bulan. Harapannya menjelang Lebaran proyek pembangunan monorail telah rampung. Dengan demikian monorail bisa menjadi wahana baru yang ditawarkan bagi pengunjung Taman Pelangi.

Terkait rencana perpanjang kontrak kerja sama dari empat tahun menjadi 20 tahun, secara otomatis Taman Pelangi akan terus menghiasi TSTJ hingga kontrak itu selesai. “Taman Pelangi Jurug ini sifatnya bukan sementara, tapi kehadirannya dalam jangka waktu yang panjang. Tentu ini harus diikuti dengan inovasi-inovasi lagi,” kata Agung.

Direktur Perumda TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengatakan setelah Taman Pelangi, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) akan diramaikan dengan wahana permainan baru. PT Warna Buana selaku calon investor lokal kini melirik sisa lahan komersial seluas 2 hektare (ha) di Kebun Binatang tersebut. Saat ini calon investor tersebut baru dalam tahap penjajakan.

Pemaparan konsep dan teknis perjanjian kerjasama masih akan dibahas lebih lanjut. “Kami sudah bertemu dengan calon investor yang berasal dari Kota Solo ini. Mereka [PT Warna Buana] niat berinvestasi di TSTJ,” kata Bimo.

Konsep yang ditawarkan akan berbeda dengan Taman Pelangi yang kini berupa taman lampion, beberapa wahana permainan untuk anak-anak, serta air mancur menari. Yang jelas, calon investor tersebut akan menawarkan wahana permainan untuk melengkapi taman hiburan di TSTJ.

Namun demikian, Bimo tidak memerinci lebih jauh wahana permainan yang akan ditawarkan tersebut termasuk saat ditanya apakah berupa wahana waterboom. “Bukan waterboom lah. Tidak memungkinkan. Nanti tunggu saja, kalau sudah paparan konsep akan saya kasih tahu sama teman-teman [wartawan],” kata Bimo.

Bimo mengungkapkan terjadi peningkatan cukup signifikan terhadap jumlah pengunjung TSTJ sejak beroperasinya Taman Pelangi. Kondisi ini berdampak pada target pengunjung TSTJ selama 2017 yang mencapai 417.686 orang atau melampaui dari target 400.000 orang.

Tak tanggung-tanggung di tahun ini, Perusda menargetkan jumlah pengunjung TSTJ mencapai 1 juta orang. “Kami optimistis target 1 juta pengunjung terpenuhi. Apalagi PT Cikal Bintang Bangsa [pengelola Taman Pelangi TSTJ] akan melanjutkan pengembangan dengan membangun monorail di tahun ini,” kata dia.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply