Warga Kampung Pancursari, Tandang, Tembalang, Kota Semarang berkumpul di rumah Ego Yulianto, siswa yang dikunjungi David Beckham, Selasa (27/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.) Caption : Warga Kampung Pancursari, Tandang, Tembalang, Kota Semarang berkumpul di rumah Ego Yulianto, siswa yang dikunjungi David Beckham, Selasa (27/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Selasa, 27 Maret 2018 19:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AGENDA SEMARANG
Bukan Jago Main Bola, Ini Alasan Beckham Datangi Rumah Ego...

David Beckham berkunjung ke rumah salah satu siswa SMP di Semarang.

Jatengpos.com, SEMARANG – Permukiman warga Kampung Pancusari RT 003/RW 004, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mendadak riuh, Selasa (27/3/2018) siang.

Warga kampung itu tak pernah menyangka jika permukimannya baru saja didatangi mantan bintang sepakbola asal Inggris, David Beckham.

Kunjungan mantan kapten Timnas Inggris itu ke Pancursari merupakan rangkaian kegiatannya sebagai duta Unicef. Sebelum ke Pancursari, Beckham lebih dulu menyapa para siswa SMP Negeri 17 Semarang dan sempat memperlihatkan kemampuannya mengolah si kulit bundar.

[Baca juga David Beckham Main Bola di Semarang, Netizen Heboh]

Seusai dari SMPN 17, Beckham pun berkunjung ke rumah salah satu siswa yang terletak di Kampung Pancursari. Siswa itu tak lain adalah Ego Yulianto yang kini duduk di bangku kelas VIII.

Meski demikian, kunjungan Beckham ke rumah Ego itu tidak berkaitan dengan sepak bola. Ego bukanlah pemain sepakbola berbakat yang memiliki segudang prestasi.

Ego mendapat kunjungan mendadak dari mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu lebih dikarenakan prestasinya di sekolah. Ia merupakan siswa yang berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi atau tidak mampu.

Siswa berusia 17 tahun itu selama ini tinggal berdua dengan neneknya, Wagimah. Semenjak kecil, ia tidak mengenal ayahnya dan ibunya pun pergi entah kemana.

“Enggak tahu ibunya kemana. Sudah dua bulan terakhir ini enggak ada kabar. Kabarnya sih ikut bosnya kerja,” ujar Wagimah saat dijumpai Semarangpos.com di rumahnya, Selasa.

Saat dijumpai Semarangpos.com, Wagimah tengah membuat tas anyaman dari plastik. Hasil kerajinan itu selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.

“Tadi David Beckham juga tanya ke Ego, apa saja yang dikerjakan seusai pulang sekolah. Ya, dia jawab bantuin neneknya buat tas keranjang ini,” terang janda berusia 57 tahun itu.

Di rumah berlantai plester itu, Wagimah memang rajin membuat kerajinan tas anyam dari plastik. Meski kondisi badannya tengah didera penyakit asam lambung dan tifus, ia tetap membuat kerajinan itu.

Wagimah, nenek siswa SMPN 17 Semarang yang baru saja dikunjungi David Beckham tengah membuat kerajinan tas anyam dari plastik di rumahnya, Kampung Pancursari, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Semarang, Selasa (27/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Wagimah, nenek siswa SMPN 17 Semarang yang baru saja dikunjungi David Beckham tengah membuat kerajinan tas anyam dari plastik di rumahnya, Kampung Pancursari, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Semarang, Selasa (27/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Setiap tas yang ia buat pun dijual dengan harga Rp9.500-Rp10.000. Pendapatan dari kerajinan itu pun menjadi mata pencaharian utama sekaligu untuk membiayai sekolah Ego yang dikenal kerap sakit-sakitan semasa kecil.

Sementara itu, warga sekitar Kampung Pancursari tak menyangka Beckham bakal hadir di permukimannya.

“Saya terkejut kok tiba-tiba banyak bule yang ke sini. Ternyata David Beckham. Orangnya ganteng putih, badannya penuh tato,” ujar tetangga Wagimah, Sudarto.

Kendati mendapat momen istimewa dengan kehadiran suami personel Spice Girls, Victoria Adams, Sudarto mengaku tidak sempat mengabadikan melalui kamera ponsel.

“Kami ingi motret Beckham, tapi enggak boleh oleh pengawalnya. Hanya pihak mereka saja yang diizinkan memotret,” tutur Sudarto.

Tak hanya warga, para pewarta yang ingin meliputi kunjungan Beckham pun tidak diizinkan. Bahkan, saat Semarangpos.com ingin meliputi Beckham yang singgah di Balai RW 004 Kampung Pancursari pun dilarang oleh aparat kepolisian untuk masuk.

“Jangan, tidak boleh. Tidak diizinkan masuk,” ujar aparat kepolisian yang enggan disebutkan namanya kepada Semarangpos.com.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply