Petugas Polsek Kulonprogo menyalurkan bantuan air bersih di SD Negeri Jatiroto, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Jumat (21/7/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Caption : Petugas Polsek Kulonprogo menyalurkan bantuan air bersih di SD Negeri Jatiroto, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Jumat (21/7/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 14 Maret 2018 23:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Belasan Dusun di Girimulyo Terancam Kekeringan

Belasan dusun di Kecamatan Girimulyo membutuhkan bantuan dalam pembuatan sumur

Jatengpos.com, KULONPROGO– Belasan dusun di Kecamatan Girimulyo membutuhkan bantuan dalam pembuatan sumur dan saluran air bersih dalam menghadapi musim kemarau mendatang.

Diungkapkan oleh Camat Girimulyo, Purwono mengungkapkan bahwa masih ada belasan dusun di kecamatan Girimulyo yang memiliki potensi kekeringan di musim kemarau mendatang. “Potensi ada di beberapa dusun. Tersebar di Desa Jatimulyo, Giripurwo, dan Purwosari, Pendoworejo,” ungkapnya, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya pihak kecamatan telah melakukan pemetaan terkait ancaman kekeringan di beberapa lokasi tersebut. Namun yang menjadi kendala ialah lokasi kekeringan sering berpindah tempat dari titik yang telah disimpulkan.

“Kami tidak bisa memastikan betul mana yang jelas bakal terjadi kekeringan, karena peta lokasi sering kali berubah-ubah,” jelasnya.

Purwono mencontohkan di Dusun Jonggrangan, Gendu dan Beteng di Desa Jatimulyo yang telah memiliki sumber air dan fasilitas saluran air masih bisa mengalami kekeringan. Tak ayal hal tersebut membuat Purwono kebingungan akibat pasukan air bersih tidak stabil di wilayahnnya.

“Sudah ada upaya oleh Kelompok Tirno Kencono di Dusun Jonggrangan yang melebar ke Gendu dan Beteng dan kami tidak bisa memastikan lokasi kekeringan tersebut karena peta lokasi kekeringan sering kali berubah,” katanya.

Menurutnya sejumlah dusun yang tersebar di berepa desa itu sudah seharusnya memiliki fasilatas penunjang keberadaan air bersih di rumah-rumah warga. Pembangunan melalui dana desa, hingga bantuan pihak ke tiga sudah seharusnya dilakukan mengingat kebutuhan air adalah kebutuhan primer manusia.

“Seperti di dusun Banaran, Pandoworejo, masyarakat mendapatkan bantuan langsung dari Yayasan Gugah Nurani. Hal tersebut bisa membantu masyarakat sekitar dalam ketersediaan air bersih,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Pendoworejo Budiman mengaku bahwa pembangunan tiga buah bak penampungan air untuk desa Banaran belum bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat karena saat ini belum memasuki musim kemarau. Menurutnya manfaat tiga bak tersebut baru dapat dirasakan setelah sumur pribadi warga mengering dan bak tersebut bisa difungsikan

“Setelah sumur di masing-masing rumah mengering, baru bak air yang diambil dari sumber itu bisa dirasakan manfaatnya,” katanya.

Namun bila bak penampungan air yang mengambil air dari sumber mata air dan menampung air hujan berhasil, maka bak air tersebut dapat menghidupi 43 KK satu Taman Kanak dan Sebuah Musola di Dukuh Banaran.

“Baru kemarin [Senin] diresmikan oleh Bupati Kulonprogo diwakili Staf Ahli Bupati Lestariyana, jadi saat ini tinggal perawatannya saja,” katanya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply