Warga mendengarkan penjelasan salah satu narasumber dalam bedah buku Budi Daya Sayuran, di Balai Desa Banyusuco, Playen, Senin (26/3/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Caption : Warga mendengarkan penjelasan salah satu narasumber dalam bedah buku Budi Daya Sayuran, di Balai Desa Banyusuco, Playen, Senin (26/3/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 26 Maret 2018 21:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BPAD Sosialisasikan Ilmu Budi Daya Sayur

Buku budi daya sayuran diharapkan dorong kesejahteraan desa.

Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL–Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY menyelenggarakan bedah buku  mengenai budi daya sayuran, di Balai Desa Banyusuco, Playen, Senin (26/3/2018).

Kepala Sub bidang deposit pengelolaan bahan pustaka, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Muhammad Rosyid Budiman mengatakan dalam acara bedah buku kali ini cukup banyak masukan terkait isi buku.

“Dalam buku Budidaya sayuran tadi, dinilai masih kurang spesifik sayuran apa, mungkin beberapa sayuran kurang pas di Gunungkidul. Nanti sayuran yang pas ditanam diharapkan dapat dipelajari,” ujarnya Senin.

Dalam kegiatan bedah buku yang juga sudah dilakukan di beberapa tempat itu diharapkan dapat mendekatkan buku ke masyarakat, karena dinilai untuk akses buku ke pusat Kota Gunungkidul, juga cukup jauh.

“Untuk seluruh DIY ada 48 desa rencananya bedah buku dengan buku yang berbeda-beda. Tergantung apa yang pas dengan di desa. Harapannya untuk khusus sayuran ini dapat menjadi pembelajaran masyarakat tanaman apa yang pas dan pengembangannya, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Banyusuco, Sutiyono mengatakan buku yang membahas budi daya sayuran ini cukup pas dengan kondisi desa yang juga mengembangkan wisata edukasi pertanian.

“Harapannya dengan bedah buku ini dapat sinergi dengan apa yang ada di desa untuk pengembangan kampung lestari khususnya sayuran,” ucapnya. Dia juga berharap secara praktik pertanian sayuran nanti dapat dukungan dari Pemerintah atau dinas terkait, untuk pengembangan sayuran di Desanya.

Selain itu juga pemanfaatan lahan pekarangan diharapkan dapat maksimal juga. “Penanaman lahan pekarangan harapannya juga maksimal, untuk menanam cabai, terong, tomat, dan lain sebagainya. Pertama ya untuk konsumsi keluarga meningkatkan gizi, yang kedua peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD DIY, Nandar Winoro yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan bedah buku tersebut, mengatakan akan mendorong dinas terkait untuk langkah praktek selanjutnya.

“Kami akan mendorong ke Dinas Pertanian untuk tindak lanjut, untuk pengembangan khususnya sayuran. Baik bantuan bibit atau bantuan lainnya. Nanti kaitannya dengan pertanian program apa yang bisa diakses untuk sayuran,” ucapnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply