Beberapa pembeli tampak sedang memilih produk oleh-oleh bakpia di salah satu toko oleh-oleh di Jalan Mataram, Minggu (17/12). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Caption : Beberapa pembeli tampak sedang memilih produk oleh-oleh bakpia di salah satu toko oleh-oleh di Jalan Mataram, Minggu (17/12). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Kamis, 29 Maret 2018 16:20 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Di Jogja, Toko Oleh-Oleh Makanan Miliki Artis Bersaing Sehat dengan Pedagang Lokal

Ekspansi toko oleh-oleh panganan modern di Kota Jogja sempat mengalami kesulitan karena mengalami tanggapan negatif dari para pedagang

 

 
Jatengpos.com, JOGJA – Ekspansi toko oleh-oleh panganan modern di Kota Jogja sempat mengalami kesulitan karena mengalami tanggapan negatif dari para pedagang oleh-oleh lokal dan citra oleh-oleh lokal yang masih melekat pada wisatawan.

Namun saat ini dengan menyasar segmen yang lebih jelas dengan produk yang inovatif, persaingan dengan pedagang lokal pun mulai sehat.

Head Marketing and Operational Manager Bakpia Princess Cake Yogyakarta, Berman Bey, mengatakan perkembangan persaingan toko oleh-oleh milik artis seperti gerai yang dia kepalai memang semakin ketat di Kota Jogja. Belum lagi persaingan dengan pedagang lokal.

“Kami sebagai pelaku bisnis harus tahu pembedanya dengan produk lokal, kalau kami, bakpia didesain dengan diameter luas seperti kue, segmen yang disasar juga masing-masing. Kami menyasar segmen anak muda,” kata Berman beberapa hari lalu.

Berman mengatakan, berdasar pengamatannya, bakpia lokal di Kota Jogja lebih fokus menyasar pada segmen usia matang. Oleh karena itu, Bakpia Princess Cake menyasar segmen yang belum disasar bakpia lokal Kota Jogja yaitu segmen anak muda.

“Persaingan dengan sesama toko oleh-oleh artis juga sehat, kami adakan sharing berkala, biasanya saat seminar, saling support,” kata Berman.

Berman mengatakan saat ini toko oleh-oleh modern sudah mulai disambut oleh pedagang lokal. Menurutnya, keberadaan toko oleh-oleh modern dengan inovasi produk juga dapat mengangkat derajat makanan lokal Kota Jogja.

Marketing Manager Bakpia Princess Cake Yogyakarta, Inong Santoni mengatakan, salah satu cara pelaku bisnis oleh-oleh modern di Kota Jogja untuk bersaing secara sehat adalah dengan menggandeng UMKM untuk bekerja sama dalam penyediaan produk.

“Baik itu makanan atau kerajinan, kami sediakan tempat untuk menjualnya di rak display kami. Karena kami juga ngobrol dengan pedagang lokal, banyak yang masih bingung di mana memasarkan produk mereka supaya laku,” kata Inong.

Seorang pemilik gerai bakpia di Jalan Malioboro, Fatma, mengaku kehadiran toko oleh-oleh modern yang semakin marak di Kota Jogja justru menghadirkan lebih banyak wisatawan yang mengenal makanan-makanan lokal Kota Jogja.

“Justru kami bersaing sehat, keberadaan gerai seperti itu tentunya harus ada, kan sekarang zaman sudah terus berkembang,” kata Fatma.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply