Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Caption : Subagyo, salah seorang petani di Dusun Selang 1, Desa Selang, Kecamatan Wonosari bersama pertanian bawang merah yang akan menuju masa panen, Selasa (27/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 14 Maret 2018 00:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Dorong Generasi Muda untuk Bertani, Gunungkidul Bentuk Taruna Tani

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul berharap muncul para petani muda dengan inovasi-inovasi baru

Jatengpos.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul berharap muncul para petani muda dengan inovasi-inovasi baru, karena saat ini dinilai jumlah petani muda masih sedikit, meskipun dari tahun ke tahun dinilai ada peningkatan.

Kepala seksi Ketenagaan Bidang Penyuluhan (DPP), Gunungkidul, Wibowo Purnokatoto, mengatakan dari pembinaan sejak 2016, jumlah petani muda dikatakannya sudah meningkat walaupun belum signifikan dan masih terbilang sedikit jika disbanding jumlah total petani.

Pihaknya terus memotivasi anak muda saat ini untuk mau bertani juga, setidaknya sejak 2016 dengan pembekalan kewirausahaan. Penyuluh pertanian di desa juga diharapkan dapat membina minimal tiga taruna tani, untuk regenerasi. Untuk taruna tani sendiri 2016 ada sekitar 20, 2017 sekitar 50, 2018 sekitar 80.

“Jumlah itu dalam arti yang aktif ikut pelatihan dan lain sebagainya, mungkin pada prakteknya lebih dari itu,” katanya Senin (12/3/2018).

Dia menilai saat ini memang minat anak muda untuk bertani sangat sedikit. Hal itu didorong karena banyak anak muda menilai pertanian kurang menjanjikan. Padahal menurutnya jika dapat berinovasi dan dapat melihat peluang pasar, dapat menjanjikan pertanian tersebut.

Berkembangnya pariwisata juga membuat anak muda, saat ini kebanyakan lebih memilih menjadi pengelola wisata atau pemandu wisata.

“Kalau di pariwisata mereka langsung dapat uangnya hari itu juga, kalau pertanian harus nunggu berapa bulan baru panen. Harapannya selain mengelola wisata juga tetap berkecimpung di pertanian,” katanya.

Saat ini Dinas juga tengah berfokus untuk memberikan pelatihan, dan motivasi. Namun dengan keterbatasan anggaran menurutnya tidak dapat membantu secara perorangan pada petani tersebut, namun Dinas memberikan bantuan ke kelompok-kelompok untuk mengembangkan pertanian.

Pendidikan di Universitas Gunungkidul pada bidang pertanian juga dinilainya dapat mendorong minat masyarakat bertani dan membuat inovasi baru. Sehingga hal tersebut harus mendapat dukungan dari pemerintah.

Saat ini sendiri bidang pertanian masih menjadi pemasukan banyak warga di Gunungkidul dengan banyaknya kelompok petani tanaman pangan, yaitu 1638, di bidang perkebunan ada 205, wanita tani 574, rata-rata anggota sendiri 60-80 orang per kelompok.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply