Pengunjung mengantre registrasi ulang SIM Card di Galeri Indosat Solo, Rabu (28/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Caption : Pengunjung mengantre registrasi ulang SIM Card di Galeri Indosat Solo, Rabu (28/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 1 Maret 2018 00:35 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Enggak Rela Kartu Diblokir, Warga Berbondong-Bondong Registrasi SIM Card ke Kantor Operator

Kantor pelayanan operator seluler di Solo dibanjiri pelanggan yang ingin registrasi SIM Card selama beberapa hari terakhir.

Jatengpos.com, SOLO — Pintu Galeri Indosat Solo di Jl. Brigjen Slamet Riyadi, Purwosari, Solo, belum dibuka saat Solopos.com sampai, Rabu (28/2/2018) pukul 07.55 WIB. Namun sejumlah pengunjung sudah berdiri mengantre, mengular hingga batas taman depan kantor. Ada sekitar 20 orang yang berdiri mengantre.

Aris Suryanto, 42, adalah salah satunya. Warga Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, tersebut berdiri hampir mendekati pintu gerbang keluar Galeri. Kedatangannya ke kantor pelayanan salah satu operator seluler tersebut untuk registrasi ulang kartu prabayar miliknya yang sudah bertahun-tahun dia gunakan.

Dia gemas karena sudah sejak tiga pekan lalu tidak pernah sukses melakukan registrasi ulang melalui HP-nya. Sementara informasi yang dia dapatkan kartu yang tidak diregistrasi ulang akan diblokir per 1 Maret. Rabu adalah batas akhir untuk melakukan registrasi tersebut.

“Selalu gagal. Kemarin [Selasa, 27/2/2018], saya juga coba lagi dua kali, tapi tetap tidak bisa. Terpaksa antre, soalnya kartu saya sudah lama, sudah menyebar ke mana-mana,” terang dia saat ditemui Solopos.com di Galeri Indosat, Rabu.

Baca:

Di belakang Aris ada Krisna, 29, yang juga ikut mengantre. Wanita tersebut rela datang pagi-pagi dari rumahnya di wilayah Grogol, Sukoharjo, untuk mengecek kartu prabayarnya. Dia mengaku sudah melakukan registrasi ulang dengan mengirimkan data diri seperti nomor KTP dan nomor KK.

Usaha itu telah dilakukannya sejak sepekan lalu. Tapi yang masih mengganjal di benaknya, hingga Rabu pagi dia belum mendapat balasan pesan singkat berisi pemberitahuan sukses tidaknya registrasi ulang yang dia lakukan. Untuk memastikannya dia juga sempat mengulang registrasi beberapa kali.

“Jadi saya juga bingung, registrasi yang saya lakukan itu berhasil atau tidak? Soalnya tidak ada balasannya. Ini saya mau mengurus itu,” kata dia sambil berjalan maju karena pintu Galeri Indosat sudah dibuka.

Sama seperti Aris, dia pun tidak ingin nomor telepon yang sudah lama dia gunakan tidak bisa digunakan karena belum teregistrasi. Pejabat Marketing Communications Indosat Ooredoo Solo, Irwan Merandoko, mengatakan sejak lima hari terakhir jumlah kunjungan ke Galeri Indosat Solo meningkat.

“Asumsinya jika biasanya sekitar 200 orang, sekarang bisa lebih dari 1.000 orang. Mayoritas memang untuk registrasi ulang,” kata dia.

Irwan menyampaikan setelah 28 Februari 2018, pelanggan masih diberi masa tenggang hingga 30 hari ke depan. Jika pada masa 30 hari itu tidak melakukan registrasi akan ada pemblokiran panggilan keluar dan SMS keluar.

Kemudian jika 15 hari ke depannya, yaitu sampai 15 Maret tetap tidak melakukan registrasi, akan ada pemblokiran panggilan masuk dan SMS masuk. “Informasi ini kami dapatkan dari kominfo.go.id,” kata dia.

Untuk itu, dia mengatakan pelayanan di gerai tetap dilakukan setelah 28 Februari. Dia juga menyampaikan untuk memastikan kartu pelanggan sudah teregistrasi, dapat dicek langsung melalui HP dengan mengetik *185*5#.

Untuk mendukung program registrasi ulang tersebut Indosat juga memberikan promo khusus. Bagi pelanggan yang melakukan registrasi ulang sampai batas akhir 28 Februari, langsung mendapatkan 250 MB kuota, 250 menit telepon, dan 250 SMS ke sesama IM3 Ooredoo.

Promo semacam itu juga diberikan operator XL. Anggota Staf Promo XL Klaster Solo-Kudus, Restu Agung, mengatakan bagi setiap pelanggan yang registrasinya berhasil langsung mendapat bonus kuota 500 MB. Untuk memastikan nomor pelanggan telah teregistrasi dapat dilakukan melalui HP dengan mengetik *123*4444#.

Pada Rabu, kantor XL Center di Jl. Bayangkara, Penumping, juga ramai. “Dua hari ini sangat ramai. Sampai perlu menyiapkan kursi tambahan,” kata dia.

Menurutnya setelah 28 Februari, pelayanan registrasi ulang di XL Center tetap akan dilayani. Di sisi lain, di kantor Grapari Telkomsel Solo kondisinya juga tak berbeda. Kursi di ruangan pelayanan penuh diduduki pengunjung.

Ada pula yang terlihat berdiri mengantre di beberapa loket. Penanggung jawab Grapari Telkomsel Solo tidak ada yang bisa diwawancarai terkait pelayanan registrasi ulang kartu prabayar. Salah satu petugas setempat mengatakan Grapari Telkomsel Solo tidak dapat memberikan keterangan apa pun mengenai registasi ulang. Menurutnya informasi hanya berhak disampaikan oleh kantor regional.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply