Pemateri memberi paparan dalam seminar bertajuk Information Security and Mobile Computing, Tren Teknologi dan Peluang Kerja, di Kampus Respati, Kamis (14/3/2018). (Harian Jogja/Sunartono) Caption : Pemateri memberi paparan dalam seminar bertajuk Information Security and Mobile Computing, Tren Teknologi dan Peluang Kerja, di Kampus Respati, Kamis (14/3/2018). (Harian Jogja/Sunartono)
Rabu, 14 Maret 2018 14:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Kewaspadaan Kejahatan Dunia Maya Perlu Ditingkatkan

Ilmu digital forensik di Indonesia baru mulai berkembang sejak lima tahun terakhir, berbeda dengan di luar negeri seperti Amerika yang sudah sejak 1980-an

Jatengpos.com, SLEMAN-Kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya perlu ditingkatkan dengan menambah kemampuan sumber daya manusia (SDM) terkait information security seiring meningkatkan kasus penyalahgunaan data dalam cyber crime. Hal itu dibahas dalam seminar bertajuk Information Security and Mobile Computing, Tren Teknologi dan Peluang Kerja, di Kampus Respati, Kamis (14/3).

Pakar Digital Forensik Yudi Prayudi menjelaskan, ilmu digital forensik di Indonesia baru mulai berkembang sejak lima tahun terakhir, berbeda dengan di luar negeri seperti Amerika yang sudah sejak 1980-an. Saat kejahatan dunia maya belum merebak, digital forensik dipakai untuk melakukan recovery file untuk menyelamatkan file yang hilang.

“Di Indonesia termasuk bidang baru, ketergantungan literatur digital forensik dari luar negeri ini sangat besar, kita harus mengembangkan agar punya literatur di dalam negeri,” ungkapnya, Kamis (14/3/2018).

Dosen UII ini menambahkan, dunia digital saat ini memasuki era digital universe, hampir semua terkait dengan kebutuhan data harus memasukkan data pribadi. Sementara, data pribadi tersebut sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya harus ditingkatkan. Salah satunya dengan menambah wawasan terkait information security.

“Data yang masuk ke aparat keamanan atau mengarah cyber crime juga kasusnya meningkat. Dari tahun ke tahun jumlah barang bukti juga baik komputer atau digital atau supporting-nya juga meningkat. Pelaku kejahatan dunia maya juga semakin kreatif,” ungkapnya.

Kaprodi Teknik Informatika Fakultas Saintek, Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) Marselina Endah Hiswati mengatakan, seminar itu diikuti lebih dari 220 peserta. Mereka terdiri atas perwakilan para guru se-DIY dan Jawa Tengah serta mahasiswa informatika.

Harapannya, peserta dapat menyerap banyak informasi untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menggeluti dunia maya. Ia sepakat, pencegahan kejahatan dunia maya perlu dilakukan dengan menambah banyak pengetahuan tentang keamanan digital.

“Apalagi saat ini peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi sangat tinggi. Serta setiap pekerjaan menggunakan itu, kami harapkan guru juga dapat mengambil manfaat dari kegiatan ilmiah ini untuk diterapkan di sekolah,” kata dia.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply