Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdiskusi mengenai pengelolaan redaksi surat kabar serta seputar jurnalistik, saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Jogja, Kamis (14/03/2018). (Desi Suryanto /JIBI/Harian Jogja) Caption : Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berdiskusi mengenai pengelolaan redaksi surat kabar serta seputar jurnalistik, saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Jogja, Kamis (14/03/2018). (Desi Suryanto /JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 15 Maret 2018 05:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Mahasiswa UNY Belajar Jurnalistik ke Harian Jogja

Mahasiswa belajar seputar perkembangan media dan pengelolaan surat kabar.

Jatengpos.com, JOGJA—Puluhan mahasiswa dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berlajar jurnalistik dan pengelolaan media di Surat Kabar Harian Jogja.

Lebih dari 20 mahasiswa UNY berkunjung ke Kantor Harian Jogja, pada Rabu (14/3/2018) sore. Para mahasiswa semester enam itu ingin belajar lebih jauh mengenai praktik pengelolaan media dan seputar dunia jurnalistik di lapangan, setelah mereka mendapatkan teori di kelas.

Berbagai pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme kerja redaksi sebuah surat kabar, pengelolaan media online, transformasi media cetak ke digital, nilai-nilai berita hingga etika dalam penulisan menjadi bahasan pada pertemuan yang dihadiri Redaktur Pelaksana Harian Jogja Nugroho Nurcahyo itu.

“Konten berita Harian Jogja itu bisa berdasarkan perkembangan isu atau peristiwa yang terjadi, juga bisa berasal dari isu yang kami kelola sendiri [liputan khusus],” jelas Nugroho Nurcahyo menjawab salah satu pertanyaan mahasiswa.

Nugroho juga menekankan pentingnya kelengkapan data sebuah berita, keberimbangan narasumber, isu yang menarik serta yang jelas sebuah berita berdampak pada kepentingan publik. “Sebuah berita seharusnya minimal memuat unsur 5 W 1 H, kalau tidak lengkap maka tidak bisa dinyatakan layak sebagai sebuah berita dan diterbitkan,” kata dia.

Salah seorang mahasiswa Monica, menanyakan bagaimana nasib media cetak dengan masifnya pertumbuhan media online saat ini. “Karena sekarang semakin banyak muncul media-media online, bagaimana menghadapi situasi semacam ini,” kata Monica.

Nugroho Nurcahyo menyatakan transformasi media cetak ke digital merupakan keniscayaan. Itu sebabnya, Harian Jogja kata dia melahirkan portal online harianjogja.com hanya selang beberapa bulan setelah surat kabar ini terbit pada 20 Mei 2008. “Kami punya media online yang bisa diakses pembaca selain cetak,” papar dia.

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UNY Gilang Jiwana Adikara menyatakan kunjungan puluhan mashasiswanya bertujuan belajar langsung bagaimana dapur sebuah redaksi dijalankan. “Kami ingin tahu proses kerja redaksi secara praktik seperti apa, selama ini hanya teori saja. Teman-teman di sini bisa bertanya langsung bagaimana seluk-beluk dunia kerja media,” kata Gilang.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply