Bus BST koridor 3 mengangkut penumpang tidak di halte di utara RSUD dr. Moewardi, Selasa (6/2/2018) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Caption : Bus BST koridor 3 mengangkut penumpang di halte di utara RSUD dr. Moewardi, Selasa (6/2/2018) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Selasa, 27 Maret 2018 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

Makin Nyaman, Penumpang BST Koridor 3 Capai 5.000 orang/Hari

Penumpang BST koridor 3 capai 5.000 orang per hari.

Jatengpos.com, SOLO—Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mengklaim jumlah penumpang bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 3 (Terminal Palur-Terminal Kartasura via Pasar Klewer) kini mencapai 5.000 orang/hari.

Capaian jumlah penumpang tersebut lebih banyak 1.000 orang/hari dari sebelumnya, yakni saat pelayanan masih menggunakan armada bus BST lama yang disediakan secara mandiri oleh PT Bengawan Solo Trans (BST).

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan terjadi lonjakan jumlah penumpang bus BST di koridor 3 setelah dilakukan penggantian armada bus.

Dia menduga, hal tersebut bisa terjadi karena masyarakat semakin tertarik menggunakan bus BST baru yang menawarkan kenyamanan lebih baik ketimbang bus lama. (baca juga: BST SOLO : Angkuta Solo akan Jadi BST, Ber-AC, dan Tanpa Kernet)

“Potensi penumpang kini mencapai 5.000 orang/hari. Ternyata banyak. Yang jelas jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. Kami awalnya memprediksi jumlah penumpang tidak jauh dari angka 4.000 orang/hari,” kata Taufiq saat diwawancarai Solopos.com terkait evaluasi pelayanan bus BST koridor 3 di ruang kerjanya, Senin (26/3/2018).

Taufiq menilai capaian jumlah penumpang bus BST di koridor 3 hingga melampaui prediksi itu menjadi indikator keberhasilan Dishub dalam upaya menarik kembali minat masyarakat menggunakan transpotasi umum.

Selain memperbaharui armada, Dishub juga akan terus mengupayakan perbaikan pelayanan agar masyarakat semakin dan kembali tertarik memanfaatkan moda transportasi umum. Dia menuturkan Dishub kini masih mengawasi pergerakan para pengemudi bus BST untuk memastikan mereka bisa mematuhi standar operasional prsedur (SOP).

“Kami pantau terus di lapangan apa yang dilakukan oleh para pengemudi. Mulai dari penggunaan seragam hingga sepatu kami awasi terus. Mereka harus mulai terbiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk mematuhi kewajiban menaikturunkan penumpang di halte. Pengemudi tak boleh berkerja sembarangan,” jelas Taufiq.

Sementara itu, Taufiq menambahkan dalam waktu dekat Pemkot Solo bakal berkoordinasi kembali dengan Perum Damri Cabang Solo guna membahas operasional layanan bus BST koridor 4.

Pemkot masih memberikan kesempatan kepada Perum Damri untuk mempertimbangkan tawaran untuk mengoperasioan bus BST di koridor 4 yang memiliki jalur Terminal Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto. Dia menjelaskan alasan kenapa bus BST di koridor 4 tak kunjung bisa dioperasikan, yakni Perum Damri masih mengusulkan adanya pemberian subsidi operasional bus dari Pemkot Solo.

“Untuk operasiona koridor 4, Perum Damri belum siap. Rencananya dalam waktu dekat ini aka nada pertemuan lagi antara Pak Wali Kota dengan manajemen Perum Damri guna membahas hal itu. Yang terjadi sekarang kan Perum Damri masih menuntut adanya subsidi untuk operasional. Sedangkan Pemkot mampunya kasih subsidi berupa bus dan infrastruktur penunjang,” ujar Taufiq.

Diwawancarai terpisah, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan penggantian bus BST di koridor 3 dari bus lama menjadi bus baru mencapai 22 unit dari total 25 unit yang disediakan.

Tiga unit bus oleh operator PT Bengawan Solo Trans dijadikan sebagai bus cadangan. SOP bus BST di koridor 3 SOP sama seperti yang diterapkan di Koridor 1 dan 2, yakni salah satunya waktu jeda (headway) antarbus ditetapkan 6-10 menit dihitung dari titik awal pemberangkatan bus. Selain headway seperti Koridor 1 dan 2, bus BST akan melayani penumpang mulai pukul 05.00 WIB-18.00 WIB.

“Bangkitan penumpang bus BST di koridor 3 bagus. Kalau dari barat, paling banyak di perempatan Gemblegan yang ingin menuju ke dalam kota. Kalau dari timur, paling banyak penumpang dari luar kota seperti kawasan Palur yang ingin menuju ke Pasar Gede atau Pasar Klewer,” jelas Hari.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply