SMPN 5 Solo di Jl. Diponegoro depan Mangkunegaran, Solo, Jumat (23/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/Solopos) Caption : SMPN 5 Solo di Jl. Diponegoro Solo, Jumat (23/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/Solopos)
Selasa, 27 Maret 2018 20:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

PENDIDIKAN SOLO
SMPN 5 Solo Dipindah, Disdik Klaim demi Pemerataan Siswa

Disdik klaim pemindahan SMPN 5 Solo demi pemerataan siswa.

Jatengpos.com, SOLO—Pemindahan SMP Negeri 5 Solo ke lokasi yang baru di Mojoagung, Jebres, tujuannya untuk pemerataan pendidikan di Kota Bengawan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Unggul Sudarmo, menanggapi munculnya penolakan dari pihak Keraton Mangkunegaran terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang akan memindahkan SMPN 5, SMPN 3, dan SMPN 10.

“Pemindahan SMPN 5 ke Mojosongo dengan tujuan utama pemerataan pendidikan di Solo. Supaya warga di wilayah tersebut mudah menjangkau sekolah,” ujar Unggul saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (26/3/2018).

Unggul menyebutkan, di wilayah Mojosongo tersebut saat ini baru ada satu SMP negeri, yaitu SMPN 18. Rencana itu juga terkait akan diterapkannya zonasi sekolah yang akan diterapkan mulai Tahun Pelajaran 2018/2019 ini. (baca juga: Alumni SMPN 5 Solo Protes Pemindahan Sekolah, Ini Alasannya)

SMPN 5, serta dua SMPN lain, yakni SMPN 3 dan SMPN 10, menurut Unggul, terbilang SMP-SMP yang bagus di Kota Solo. Dengan dipindahkannya SMPN 5 ke lokasi yang baru, diharapkan dapat menarik minat masyarakat, terutama di sekitar lokasi, untuk mendaftarkan diri ke sekolah tersebut.

Dengan sistem zonasi, warga tidak perlu harus mencari SMP yang berjarak cukup jauh dari daerah tempat tinggalnya dengan alasan demi mencari sekolah yang bagus. Setelah SMPN 5, Unggul mengatakan,  juga ada rencana memindahkan SMPN 3 dan SMPN 10. Hal itu juga dengan tujuan untuk pemerataan pendidikan. Dia mencontohkan, upaya pemerataan juga sudah dilakukan Pemkot untuk wilayah selatan Kota Solo, yaitu dengan pemindahan SMPN 11 di daerah Semanggi.

“Supaya sekolah-sekolah yang bagus bisa menyebar di beberapa titik di Solo, tidak ngumpul dj satu tempat. Harapannya, sistem zonasi nanti bisa diterima masyarakat. Jadi supaya warga sana yang mencari sekolah dengan jarak yang cukup jauh dengan alasan lha di sini tidak ada SMP negeri yang bagus,” tandasnya.

Terkait pemindahan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 5, Unggul mengatakan, rencananya dilakukan secara bertahap. Tahun Pelajaran 2018/2019, pendaftaran siswa baru atau untuk siswa Kelas VII, sudah mulai dilakukan di lokasi yang baru. Sedangkan untuk pemindahan KBM siswa Kelas VIII dan Kelas IX, menyusul bertahap.

“Jadi untuk tahun pelajaran ini Kelas VII sudah di lokasi yang baru. Kemudian tahun depan Kelas VIII menyusul, dan tahun berikutnya menyusul. Namun kalau ternyata ada perubahan karena pihak orang tua bisa menerima dan bisa pindah sekaligus, ya bisa saja,” jabarnya.

Unggul membantah munculnya isu bahwa pemindahan SMPN 5 tersebut di luar kepentingan pendidikan.

“Tujuan kami murni karena untuk pemerataan pendidikan. Harapannya supaya sekolah-sekolah yang bermutu itu tidak berkumpul di satu tempat saja tapi bisa merata,” tandasnya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply