Ilustrasi perdagangan daging ayam. (JIBI/Solopos/Dok.) Caption : Ilustrasi perdagangan daging ayam. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 29 Maret 2018 06:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

Pertalite Naik, Harga Pangan di Solo Tak Terpengaruh

Harga pangan di Solo stabil setelah pertalite naik.

Jatengpos.com, SOLO—Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo cenderung stabil pada Selasa (27/3/2018) atau tiga hari setelah harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik, Sabtu (24/3/2018).

Hanya, seorang pedagang yang menduga kenaikan harga ayam hidup awal pekan ini dipicu lonjakan harga BBM nonsubsidi. Pedagang daging ayam di Pasar Gede, Solo, Harini, 43, mengatakan kenaikan harga BBM mulai mengerek harga ayam hidup, yang biasanya Rp19.000/kilogram (kg) menjadi Rp20.500/kg.

Namun, untuk harga jual ayam potong belum naik atau stabil di kisaran Rp30.000-Rp32.000/kg karena pasar sepi. (baca juga: KOMODITAS PANGAN : Bawang Merah Lokal Soloraya Kurang Diminati Konsumen Solo)

“Mau ikut-ikutan menaikkan harga ya nanti tambah sulit, ini saja sepi sekali pasar,” ujar Harini saat ditemui Koran Solo di pasar tersebut, Selasa.

Pedagang daging ayam lainnya, Parinah, 60, mengatakan harga daging ayam ras stabil Rp32.000/kg. Menurut dia, kenaikan harga BBM nonsubsidi belum terlalu berpengaruh terhadap harga komoditas.

“Mungkin karena kondisi pasar juga sedang sepi, dari juragan juga belum ada kenaikan harga,” kata dia.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih naik, namun kenaikan itu disebabkan pasokan yang belum stabil.

“Kebetulan bawang merah dan bawang putih barangnya kosong, ada tapi sedikit jadi harga di tempat kami naik,” kata seorang pedagang sembako di Pasar Gede, Samini.

Akhir pekan lalu harga bawang merah biasa berkisar Rp25.000-Rp30.000/kg, sejak Senin harga naik menjadi Rp40.000/kg. Sedangkan harga bawang merah asal Brebes melonjak menjadi Rp50.000/kg. Harga baawang putih juga naik dari Rp48.000/kg menjadi Rp50.000/kg.

“Trennya bawang merah dan bawang putih sekarang kan seperti ini, labil, harga tetap tergantung pasokan,” terang dia.

Di sisi lain, harga cabai justru turun dibandingkan harga pada pekan lalu. Misalnya, cabai merah besar yang sebelumnya dijual Rp45.000/kg, awal pekan ini turun menjadi Rp40.000/kg, cabai rawit merah juga turun dari Rp55.000/kg menjadi harga Rp50.000/kg, cabai merah keriting turun dari Rp45.000/kg menjadi Rp40.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau stabil di harga Rp20.000/kg.

Seorang pedagang kelontong, Rani, memastikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng curah dan kemasan, telur, gula pasir, dan beras stabil meskipun harga BBM nonsubsidi naik.

Harga minyak goreng curah masih Rp12.000/liter, telur Rp20.000/kg, dan gula pasir Rp12.000/kg.

“Sampai hari ini belum ada kenaikan harga, semoga tetap stabil meskipun biaya distribusi dipastikan naik karena harga BBM naik,” ujar dia.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, mengatakan berdasarkan pantauan di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Nusukan, pada Senin dan Selasa, harga komoditas pangan relatif stabil.

“Bahkan harga beras IR64 kualitas premium ada penurunan harga di Pasar Legi misalnya Senin masih Rp12.000/kg, Selasa ini turun menjadi Rp11.500/kg. Harga komoditas lainnya masih relatif stabil,” kata Subagiyo.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply