Ida Fauziyah menikmati gecok di Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng. (Instagram-@idafauziyahpkb) Caption : Ida Fauziyah menikmati gecok di Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jateng. (Instagram-@idafauziyahpkb)
Kamis, 29 Maret 2018 16:50 WIB Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Kampanye Pilgub Jateng, Ida Fauziyah Promosikan Gecok Tlogo

Pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 masa kampanyenya dimanfaatkan Ida Fauziyah mempromsoikan salah satu karya kuliner khas Kabupaten Semarang.

Jatengpos.com, UNGARAN – Calon wakil gubernur Jawa Tengah (cawagub Jateng) nomor urut 2, Ida Fauziyah, memanfaatkan masa kampanyenya dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng sebagai bagian dari pilkada serentak 2018 untuk mempromosikan salah satu karya kuliner di Kabupaten Semarang, Jateng. Karya kuliner yang dipromosikan cawagub yang mendampingi calon gubernur (cagub) Sudirman Said itu adalah gecok khas Tlogo di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Promosi karya kuliner di masa kampanye pilkada atau Pilgub Jateng 2018 itu disampaikan Ida Fauziyah melalui akun Instagramnya, @idafauziyahpkb, Rabu (28/3/2018). Ia mengaku sedang menikmati gecok di salah satu rumah makan di Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

A post shared by Ida Fauziyah (@idafauziyahpkb) on

Melalui video yang diunggah ke akun Instagramnya, perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) 48 tahun silam itu memuji kenikmatan salah satu karya kuliner di Kabupaten Semarang tersebut. “Maknyus, hari ini kita makan di Karanganyar, Tuntang, Semarang. Nama makanannya gecok,” ujar Ida Fauziyah.

Ida Fauziyah menjelaskan gecok adalah makanan yang tampak seperti gulai, namun tanpa santan. Tak lupa ia mengajak warganet untuk berkunjung ke Tuntang demi menikmati gecok. “Meskipun rumah makannya sederhana, tapi sudah terkenal, terkenal enaknya. Ayo ke sini, ke Tuntang, Semarang!” ajak cawagub pendamping Sudirman Said di Pilgub Jateng 2018 tersebut.

Gecok memang diolah tanpa santan dan justru lebih mirip tengkleng, namun lebih pedas. Rasa pedas grcok berasal dari paduan cabai dan merica dalam bumbunya. Bagian kambing yang menjadi bahan dasar kedua jenis masakan tersebut juga sama.

[Baca juga Gecok Tlogo, Olahan Daging Kambing Khas Semarang]

Menurut politikus PKB tersebut, salah satu karya kuliner khas Kabupaten Semarang itu perlu diangkat karena demi membawa manfaat bagi warga Jateng. “Ini juga makanan khas lokal lho, ini butuh selalu kita angkat agar segala potensi baik apa pun punya nilai lebih dan membawa manfaat untuk masyarakat di Jawa Tengah,” tulis perempuan yang sedang menjalani masa kampanye sebagai cawagub di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply