Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto (kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kanan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017). (JIBI/Antara/Puspa Perwitasari) Caption : Presiden Jokowi didampingi Menkopolhukam Wiranto (kiri) dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir (kanan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017). (JIBI/Antara/Puspa Perwitasari)
Selasa, 27 Maret 2018 15:48 WIB Yodie Hardiyan/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Prabowo Sebut Bubar, Indonesia 2030 Versi Jokowi Jadi Kekuatan No 7 Dunia

Presiden Jokowi memperkirakan Indonesia pada 2030 akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 7 dunia.

Jatengpos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan prediksinya soal Indonesia pada 2030.

Perkiraan itu berbeda dengan pernyataan rivalnya di Pilpres 2014, Prabowo Subianto, yang belum lama ini ramai dibicarakan. Prabowo menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan akan bubar pada 2030 yang belakangan diketahui berdasarkan cerita dalam novel berjudul Ghost Fleet.

Jokowi sendiri menyatakan harapannya terhadap Indonesia di masa depan atau sekitar 12 hingga 27 tahun mendatang. Saat itu, Indonesia akan masuk dalam 10 besar kekuatan ekonomi dunia.

“Di tahun 2030, kurang lebih kita akan menjadi [masuk ke dalam] 7 sampai 10 besar ekonomi terkuat di dunia,” kata Jokowi ketika menyampaikan pidato dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Perkiraan tentang masa depan Indonesia, menurutnya, harus menimbulkan optimisme. Untuk jangka waktu yang lebih lama lagi setelah 2030, berdasarkan pendapat sejumlah lembaga, Jokowi memperkirakan Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan peringkat 4.

“Dari kalkulasi dan perhitungan yg dilakukan oleh McKinsey, yang dilakukan Bank Dunia, kita memiliki peluang 2040-2045 negara kita akan menjadi negara 5 besar ekonomi terkuat di dunia. Nomer 4 nanti Insya Allah,” kata Jokowi.

Pada saat ini, ujar Jokowi, Indonesia berada di peringkat 16. Posisi itu menurutnya perlu disyukuri. Kendati demikian, ujarnya, terdapat banyak masalah yang harus dihadapi bersama-sama.

“Bahwa masih ada masalah, masih ada problem-problem, ya ini tugas kita untuk menyelesaikan, terutama ketimpangan, kemiskinan, tugas kita bersama, dari pusat sampai daerah kita kerja keras selesaikan hal-hal yang harus diperbaiki,” katanya di hadapan perwakilan DPRD Kabupaten dari seluruh Indonesia.

Jokowi berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta DPRD sebagai mitra kerja untuk mewujudkan stabilitas ekonomi dan stabilitas politik.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply