Anggota Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) saat demo membuat bir pletok Jawa dalam konferensi pers Indonesia Chef Expo 2018, di Surabaya, Senin (26/3/2018). (Peni Widarti/JIBI/Bisnis) Caption : Anggota Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) saat demo membuat bir pletok Jawa dalam konferensi pers Indonesia Chef Expo 2018, di Surabaya, Senin (26/3/2018). (Peni Widarti/JIBI/Bisnis)
Selasa, 27 Maret 2018 13:05 WIB Peni Widarti/JIBI/Bisnis Madiun Share :

Profesi Chef di Indonesia Kian Diminati, PCPI Bentuk Tim Sertifikasi

Jumlah chef di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun.

Jatengpos.com, SURABAYA — Jumlah profesi chef atau koki di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus bertambah rata-rata mencapai 20% per tahun seiring dengan berkembangnya industri perhotelan dan restoran.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI), Hendra Utomo atau Chef Hugo, mengatakan hingga saat ini secara nasional tercatat ada sekitar 5.000 chef, dan yang sudah terdaftar menjadi anggota PCPI baru 3.500 orang.

“Di sekolah kami di Universitas Ciputra dulu hanya ada dua kelas untuk profesi ini, tapi sekarang bertambah jadi 3 kelas. Jadi minat orang untuk bekerja di bidang ini berkembang,” jelasnya di sela-sela konferensi pers Indonesia Chef Expo di Surabaya, Senin (26/3/2018).

Dukungan Presiden Jokowi yang mendorong pendidikan vokasional yang langsung bisa praktik kerja supaya Indonesia punya skill dan bersaing dengan SDM asing juga turut andil menambah peminat profesi koki.

Dia mengatakan meski pertumbuhan profesi koki cukup bagus tetapi sayangnya tidak diimbangi oleh adanya sertifikasi khusus keahlian bagi setiap chef. PCPI sendiri saat ini sedang membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi – Kuliner Indonesia (LSP-KI) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Selama ini profesi chef belum punya sertifikasi yang spesifik atau hanya profesi secara umum melalui Kementerian Pariwisata. Kalau yang spesifik misalnya chef A punya keahlian dalam membuat produk western food, Japanesse food, atapun secara level keahlian,” jelasnya.

Ketua Umum PCPI, Bambang Nurianto, mengatakan saat ini PCPI sedang menyusun tim yang secara khusus mengurus sertifikasi. Ditargetkan setidaknya dalam 5 tahun ini ada 5.000 orang chef bisa tersertifikasi.

“Kami juga ingin melakukan sertifikasi makanan khas daerah agar tidak mudah diambil negara lain. Target kami dalam 5 tahun ada 30-50 menu masakan daerah bisa punya sertifikasi. Kami gandeng Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung karena mereka cukup intens melakukan kajian,” jelasnya.

PCPI sendiri berencana menggelar Indonesia Chef Expo 2018 yang bakal diadakan di Supermal Convention Center Pakuwon Mall Surabaya pada 4-6 Mei 2018. Expo tersebut digelar untuk menggairahkan profesi chef di Indonesia dan juga menguatkan jenis-jenis masakan nusantara yang ada beberapa hampir punah.

“Melalui expo kami ingin buka wacana bahwa kuliner Indonesia adalah kebanggaan. Kami ingin perjuangkan makanan khas Indonesia dan mencoba mengangkat kembali kuliner yang hampir punah,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, PCPI juga sedang menguraikan sejumlah makanan dari 15 kerajaan. Hingga saat ini sudah 13 kerajaan yang sudah diuraikan. Satu kerajaan setidaknya ada 5-6 menu makanan, seperti kerajaan di Yogyakarta, dan Mojokerto.

“Kami dan tim berupaya mengumpulkan data-data, mendatangi museum, keluarga raja yang masih hidup, cari data referensi, menyusun, membuat rekonstruksi dan demo masakannya. Ini cukup lama prosesnya karena butuh biaya yang tidak sedikit dan pemerintah belum support,” katanya.

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply