Caption : Rumah Tara Asih Wijayani di Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (28/2/2018). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Kamis, 1 Maret 2018 05:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Tara Disebut-sebut Jadi Dosen di UII, Ini Rekam Jejaknya di Kampus

Kasus Tara juga menjadi beban tambahan pekerjaan bagi Direktorat Humas UII

Jatengpos.com, SLEMAN– Kasus Tara Asih Wijayani, 40, warga Kabupaten Sleman yang ditangkap Polda Jawa Barat lantaran menyebarkan berita bohong juga menjadi beban tambahan pekerjaan bagi Direktorat Humas Universitas Islam Indonesia (UII). Disebutnya UII sebagai tempat mengajar oleh kepolisian, membuat media banyak meminta klarifikasi ke kampus ini.

Baca juga : Warga Sleman Ditangkap Polda Jabar karena Kasus Hoax, Ini Kata Tetangga

Direktur Humas UII Karina Utami Dewi tak mampu menyebutkan entah berapa wartawan yang menghubungi ponselnya sejak, Selasa (27/2/2018) dan berlanjut hingga keesokan harinya di kampus.

Berdasarkan hasil pencarian data Direktorat Humas UII, Tara memang mengajar Bahasa Inggris sejak 2005, namun tidak setiap semester mendapatkan kelas, ada jeda tertentu tidak diberi kelas dengan menyesuaikan kebutuhan prodi. Ia mendeteksi pada 2014 Tara kembali mengajar di UII hingga saat ini.

Pada semester genap ini juga memiliki satu kelas di FMIPA selama satu semester ke depan. “Ada satu kelas, dua SKS [semester genap 2018]. Karena tidak mampu memenuhi kewajibannya [untuk mengajar] ya nanti diganti,” ungkapnya saat ditemui di Direktorat Humas UII, Rabu (28/2/2018).

Karena dia hanya menyandang status sebagai dosen tidak tetap. Meski di database UII, tercatat sebagai pengajar di Fakultas teknologi Industri, namun ia memberikan kuliah di beberapa fakultas sesuai kebutuhan. Karena status itulah, keseharian Tara selama di kampus tak terpantau dengan baik. Karena tidak memiliki homebase khusus seperti dosen tetap lainnya.

“Dia datang, ngajar, selesai, pergi kalau dosen tidak tetap,” ujar Karina yang juga Dosen Hubungan Internasional ini.

UIN Sunan Kalijaga pun genah getahnya karena pernah memasukkan nama Tara Arsih Wijayani ke dalam basis data dosen Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Namun dengan tegas civitas akademika kampus ini menolak anggapan bahwa Tara adalah dosen UIN.

Rupanya, Tara memang pernah mengajar Bahasa Inggris di Pusat Bahasa kemudian identitasnya dimasukkan sebagai staf pengajar di kampus itu, namun saat ini sudah tidak mengajar lagi.

“Beliau dikontrak Pusat Bahasa, karena harus terdata di web UIN, jadi database tertulis dosen Fakultas Adab. Tapi yang bersangkutan bukan dosen Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, baik dosen tetap maupun dosen kontrak,” tegas Kaprodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Ubaidillah.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply