Caption : Keindahan alam di Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (27/3/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Kamis, 29 Maret 2018 14:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

WISATA KARANGANYAR
Tawangmangu Jadi Surga Wisata di Bumi Intanpari, Apa Saja Objeknya?

Tawangmangu jadi surga wisata di Karanganyar.

Jatengpos.com, KARANGANYAR—Tawangmangu dinilai menjadi daerah paling potensial di Bumi Intanpari. Kawasan paling timur di Karanganyar ini seolah menjadi surga wisata bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Berbagai objek wisata pun ada di kawasan yang terletak di lereng Gunung Lawu tersebut.

Salah satu objek wisata yang telah menjadi ikon utama di Bumi Intanpari ini, yakni Grojogan Sewu. Di luar objek wisata itu, masih banyak terdapat objek wisata alami di Tawangmangu. Sebut saja bukit sekipan, cemoro kandang, taman balekambang, dan lain sebagainya mampu menyedot perhatian wisawatan setiap harinya.

Tak mengherankan, keindahan alam di Tawangmangu mampu mengundang para investor kelas kakap turut memoles daerah yang satu ini. Rata-rata, para investor “bermain” hotel atau tempat penginapan dan kuliner. (baca juga: WISATA KARANGANYAR : Pemkab Tambah Fasilitas di Cemoro Kandang, Sekipan, dan Candi Sukuh)

Tawangmangu memiliki tiga kelurahan, yakni Kalisoro, Tawangmangu, dan Blumbang. Sedangkan, tujuh desa di Tawangmangu, meliputi Bandardawung, Nglebak, Gondosuli, Karanglo, Plumbon, Sepanjang, Tengklik.

“Tingkat kunjungan wisatawan ke Tawangmangu saat ini mencapao 6.000-an tiap tahunnya. Dengan perkembangan objek wisata yang ada, kami memperkirakan kunjungan wisawatan ke Tawangmangu akan meningkat menjadi 10.000-an per tahun di lima tahun mendatang,” kata Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Selasa (27/3/2018).

Objek wisata di Tawangmangu kian berkembang. Tawangmangu tak hanya mengandalkan Grojogan Sewu. Masing-masing desa di Tawangmangu juga saling berlomba mengembangkan potensi desa/kelurahan agar menjadi daya tarik tersendiri di bidang pariwisata.

Hal itu seperti rumah pohon di Sepanjang, bumi perkemahan baru dan air pancuran di Nglurah (Tawangmangu), taman sakura di Gondosuli, keindahan kampung matematika di Karanglo, dan lain sebagainya. Berbagai lokasi wisata di Tawangmangu dinilai bersifat instagramable.

“Dengan berbagai objek wisata yang berkembang di masing-masing desa itu bakal menjadikan Tawangmangu lebih bervariasi ke depan. Makanya, saya meyakini Tawangmangu akan lebih semarak di lima tahun mendatang. Di lokasi ini, bagi pencinta bunga sakura tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang. Cukup datang ke lokasi ini, bunga sakura akan mekar mewangi di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Keindahan alam di lereng Gunung Lawu juga sangat cocok dijadikan sebagai tempat menggelar outbond, camping, dan wisata alam lainnya. Selain buper di Sekipan dan Nglurah, beberapa tempat penginapan di Tawangmangu juga cocok dijadikan sebagai arena outbond.

“Persoalan yang kami hadapi saat ini, yakni masih minimnya kantong parkir di Tawangmangu [mengakibatkan kemacetan]. Kami akan menata tempat parkir di sini dengan baik. Tantangan lain yang dihadapi Tawangmangu, yakni munculnya berita hoax di media sosial (medsos) tentang citra objek wisata. Hal itu seperti berita hoax tentang derasnya air Grojogan Sewu, akhir Februari lalu yangmembuat pengunjung takut mendatangi objek wisata. Info seperti itu perlu ditangkal ke depan,” katanya.

Hal senada dijelaskan Direktur PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi. Menyebarnya berita hoax di medsos dalam beberapa hari terakhir sangat mempengaruhi jumlah pengunjung di Tawangmangu. Sepanjang Januari 2018-Maret 2018, jumlah pengunjung di Grojogan Sewu baru mencapai 63.174 orang. Angka itu sangat jauh dibandingkan Januari 2017-Maret 2017 yang mencapai 88.660 orang.

“Jumlah pengunjung ada penurunan karena cuaca dan berita hoax yang mengatakan Grojogan Sewu ditutup sementara waktu karena banjir/longsor. Sehingga, banyak yang takut berkunjung ke sini. Padahal kondisi yang sebenarnya sudah saya jelaskan bahwa Grojogan Sewu aman dikunjungi. Jumlah pengunjung di Grojogan Sewu sepanjang Maret 2018 mencapai 14.148 orang,” kata Sukirdi.

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengakui Karanganyar memiliki keindahan alam yang luar biasa. Salah satu keindahan alam itu dapat dinikmati melalui berbagai objek wisata di lereng Gunung Lawu, termasuk Tawangmangu.

“Mari, semua elemen masyarakat di Karanganyar mencintai daerah yang memiliki alam yang luar biasa ini,” katanya.

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply