Ilustrasi festival kuliner (JIBI/Solopos/Antara/Agus Bebeng) Caption : Ilustrasi festival kuliner (JIBI/Solopos/Antara/Agus Bebeng)
Selasa, 27 Maret 2018 22:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Catat! Ini Konsep dan Jadwal Festival Kuliner 2018

Solo Indonesia Culinary Festival 2018 akan kembali digelar pada April mendatang.

Jatengpos.com, SOLO — Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 bakal kembali hadir dengan tema Heritage Culinary dan mengangkat konsep dapur tempo dulu. Festival yang sudah menjadi bagian dari kalender pariwisata Kementerian Pariwisata itu bakal digelar di halaman parkir selatan Stadion Manahan Solo, 12-15 April mendatang.

Konsep dapur tempo dulu akan mengangkat khazanah kuliner masa lalu tidak hanya dari sisi keragaman dan kekayaannya, melainkan juga dari proses pembuatannya. “Akan ada Demo Dapoer Tempo Doeloe yang menampilkan potensi kuliner mulai dari cara memasak hingga penyajian yang menggunakan alat-alat zaman dulu, jadi tidak pakai kompor tapi pakai tungku, juga tidak ada peralatan berbahan plastik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Hasta Gunawan, kepada wartawan, Selasa (27/3/2018).

Dari Demo Dapoer Tempo Doeloe itu pula akan dibandingkan cita rasa masakan yang diproses dengan cara-cara tradisional dengan modern. Selain itu, demo memasak dengan konsep dapur tempo dulu akan jadi bagian edukasi terkait penggunaan bahan makanan yang sehat serta peralatan yang bebas bahan kimia.

“Ini adalah ajang edukasi, apresiasi, dan konservasi atau pelestarian potensi kuliner tradisional, terutama Solo dan sekitarnya, serta akan mempertegas Solo sebagai destinasi wisata kuliner Nusantara peringkat nasional seperti yang ditetapkan pemerintah pada 2015 lalu,” kata Hasta.

Dapur tempo dulu tidak hanya akan diikuti pegiat pelestari kuliner Solo tapi juga daerah sekitar Solo. Penyelenggara bakal menghadirkan pegiat kuliner dari Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, dan Sragen, untuk mengusung makanan khas masing-masing daerah dan unjuk kelebihan dalam festival tersebut.

Selain demo dapur tempo dulu, SICF juga akan menghadirkan Kampoeng President Culinary Famtrip yang akan mengajak 25 pencinta kuliner dari berbagai daerah mengunjungi tempat-tempat kuliner khas Solo. Kampoeng President Culinary Famtrip dibikin dalam paket wisata kuliner 4 hari 3 malam.

Menurut Ketua Panitia SICF 2018, Daryono, festival yang sudah memasuki penyelenggaraan kelima itu diharapkan mampu meningkatkan peran sektor kuliner terhadap kunjungan wisatawan ke Solo mengingat kuliner juga termasuk daya tarik wisata.

Secara nasional, sektor kuliner menyumbang sekitar 40% dari perputaran uang di industri kreatif. Dari sisi belanja wisatawan, 30%-40% uang mereka masuk ke kuliner. Di Kota Solo, penerimaan pajak restoran bahkan mengungguli pajak hotel.

“Berdasarkan data yang kami terima, 2016 dari Rp54 miliar pajak hotel dan restoran, Rp31 miliar dari restoran. Kemudian tahun 2017 ada peningkatan pajak restoran jadi Rp32 miliar. Itu artinya potensi kuliner Solo sangat luar biasa,” papar Daryono.

Dia menjelaskan SICF 2018 membidik partisipasi 200 UMKM di bidang kuliner. Penyelenggara menyediakan 170 stan dan hingga saat ini sudah dipesan lebih dari 80%.

Selain demo dapur tempo dulu, SICF juga menghadirkan beragam agenda mulai dari food bazaar yang diikuti pengusaha jasa boga, katering, restoran, hotel, sekolah pariwisata, perusahaan di bidang food and beverage dan komunitas kuliner. Festival tersebut juga menghadirkan festival aneka menu tradisional seperti sego liwet, tengkleng, satai kere, yang akan dibagikan gratis kepada pengunjung.

Berikut agenda Kampoeng President Culinary Famtrip:
– 12 April : Selat Solo Mangkuyudan, pabrik Roti Ganep tradisional snack dan belajar membuat jajanan tradisional.
– 13 April : berkunjung Pasar Gede dan menikmati dawet ayu mengunjungi Gondorasan yaitu dapur Keraton Solo dilanjutkan makan siang. Makan malam di Ayam Goreng Malioboro dan wedangan menikmati jahe gepuk, kopi joss, pisang owol, atau jadah bakar
– 14 April : Sarapan di Soto Gading favorit Jokowi. Berkunjung ke Pasar Klewer, makan siang di Mbok Mandor (menikmati nasi liwet dengan dessert cabuk rambak).

 

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/jatengpos/elements/themes/jatengpos/widget-cespleng-600.php on line 32

Leave a Reply