Kumpulan Berita » #SMAN 1 Semarang

Kepala SMAN 1 Semarang Endang Suyatmi Listyaningsih. (sman1-smg.sch.id)
AN (kedua dari kanan) dan AF saat menemui perwakilan orang tua siswa yang terkena sanksi dari SMAN 1 Semarang di Semarang, Kamis (1/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Sudirman Said (kiri) dan Anindya Puspita Helga Nur Fadhila (kanan) bertemu Sabtu (3/3/2018) malam. (Twitter-@sudirmansaid)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Anindya Puspita Helga Nur Fadhila (AN), 16 (kedua dari kiri), saat menerima kunjungan dari tim Advokasi IPM Jateng di rumahnya, Semarang, Sabtu (3/3/2018). (Istimewa-IPM Jateng)
Poster ajakan untuk mendukung AN dan AF, pelajar yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo)
Utari (kanan), orang tua siswa SMAN 1 Semarang yang meninggal, Bintang, saat dihadirkan di salah satu ruangan di SMAN 1 Semarang, Jumat(2/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Tim Advokasi Perlindungan Anak selaku kuasa hukum Anin dan Afif, siswa yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang, menunjukan surat somasi di SMAN 1 Semarang, Jumat (2/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Puluhan siswa SMAN 1 Semarang menggelar aksi demo di depan sekolahnya, Jl. Menteri Supeno, Semarang, Jumat (2/3/2018). Aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas atas rekannya, AN dan AF, yang dikeluarkan menjelang pelaksanaan UN. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Orang AN yang dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Semarang menunjukkan lembar poin pelanggaran yang berujung pada sanksi pengeluaran, Rabu (28/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis)
Upacara bendera di SMAN 1 Kota Semarang. (sman1-smg.sch.id)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
AN (kedua dari kanan) dan AF saat menemui perwakilan orang tua siswa yang terkena sanksi dari SMAN 1 Semarang di Semarang, Kamis (1/3/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Upacara bendera di SMAN 1 Kota Semarang. (sman1-smg.sch.id)
Bambang Sadono. (dpd.go.id)
Orang tua dari dua siswa korban tindakan SMAN 1 Semarang yang melakukan drop out (DO) sepihak beraudiensi dengan anggota DPD asal Jaateng, Bambang Sadono, di Kota Semarang, Rabu (28/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Zuhdiar Laeis)
Siswa-siswi SMAN 1 Kota Semarang mengikuti upacara bendera. (sman1-smg.sch.id)